Nasional

Memasuki 2020, Ketua MPR Minta Pemerintah Hati-Hati Kelola Ekonomi

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Memasuki tahun baru 2020 pada Rabu (1/1/2020) mendatang, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah berhati-hati dalam mengelola ekonomi nasional, khususnya jangan sampai memperlemah daya beli, konsumsi masyarakat. Seperti kenaikan iuran BPJS Kesehatan sebisa mungkin ditunda.

“Memasuki tahun 2020 di mana masih terjadi perang dagang antara Amerika Serikat dan China, Saya mengimbau pemerintah untuk berhati-hati dalam mengelola ekonomi, dengan memperhatikan kekuatan konsumsi domestik sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi,” demikian Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Senin (30/12/2019).

Karena itu kata Waketum Golkar itu, demi menjaga kekuatan konsumsi domestik tersebut, pemerintah harus mempertimbangkan kebijakan yang berpotensi melemahkan daya beli masyarakat atau inflasi.

“Misalnya menghindari penerapan kebijakan-kebijakan baru yang berpotensi memperlemah daya beli masyarakat. Rencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan, sebisa mungkin ditunda. Tak ada salahnya jika diterapkan di kemudian hari,” ujarnya.

Selain itu, kebijakan lain yang berpotensi menaikkan harga barang dan jasa pun harus dipertimbangkan dengan matang dan tidak dipaksakan. Meningat kinerja pemerintah sudah mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di angka 5 persen dan ini patut diapresiasi.

“Patut untuk disyukuri karena pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2019 masih bisa diupayakan bertahan sekitar 5 persen. Indikator postif pertumbuhan ekonomi ini seharusnya menjadi faktor pembangkit optimisme masyarakat,” tambah Bamsoet.

Namun demikian, Bamsoet meminta pemerintah tetap waspada. Karena, masih ada sejumlah ketidakpastian global yang akan dihadapi pasca 2020. Yaitu berlanjutnya perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China, dan rumitnya pemisahan Inggris dari perekonomian atau pasar tunggal UE (Uni Eropa) atau Brexit. Juga, kisruh politik keberlanjutan pemakzulan Presiden AS Donald Trump dan pemilihan Presiden AS pada November 2020.

Dengan demikian, Bamsoet menilai faktor-faktor ketidakpastian global tersebut menjadi sangat layak untuk direkomendasikan kepada pemerintah agar tetap bermain aman sepanjang tahun 2020, yakni kebijakan pengelolaan perekonomian yang realistis dan penuh kehati-hatian.

“Dimana dengan semangat pengelolaan yang berhati-hati sepanjang 2019 Indonesia masih mampu mencatat pertumbuhan 5,02 persen. Inilah yang harus dijaga bersama,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top