Nasional

MBKM Menjadi Solusi Cerdas untuk Mengintegrasikan Pendidikan Nasional

MBKM Menjadi Solusi Cerdas untuk Mengintegrasikan Pendidikan Nasional
Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Golkar Dapil Jawa Timur IV (Kab. Jember Lumajang) Muhamad Nur Purnamasidi mengatakan berbagai terobosan yang dilakukan oleh Menteri Nadhiem Makarim dalam Program MBKM/foto anjasmara

JEMBER, SUARAINVESTOR.COM – Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Golkar Dapil Jawa Timur IV (Kab. Jember Lumajang) Muhamad Nur Purnamasidi mengatakan berbagai terobosan yang dilakukan oleh Menteri Nadhiem Makarim dalam Program MBKM ( Merdeka Belajar Kampus Merdeka) menjadi salah satu solusi cerdas untuk menjembatani serta mengintegrsaikan antara Das sollen (apa yang seharusnya terjadi, bagaimana berpikir dan bersikap, berisi aturan, imajinasi dan visi) dengan Das sein (wujud implementasi, kenyataan yang sebenarnya).

Karena itu, masalah disparitas – kesenjangan baik dalam kualitas pendidikan, sarana prasarana maupun antar wilayah di Indonesia tidak boleh terjadi lagi, karena
mandat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa telah mendapat anggaran pendidikan sebesar 20% atau lebih dari Rp500 triliun.

“Tapi, dalam pelaksanaannya di Kemendikbudristek RI hanya mengelola tidak sampai Rp80 triliun, Kemenag RI Rp45 Triliun dan selebihnya di kementerian lain,” tegas Bang Pur – sapaan akrab Muhamad Nur Purnamasidi dalam Seminar Nasional yang digelar oleh Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mandala Jember, pada Sabtu, (5/3/2022).

Lebih lanjut Bang Pur mengatakan lembaga pendidikan lain di Kemendagri ada STPDN, Kemenkeu memiliki STAN, Sekolah Tinggi Pariwisata yang di bawah tanggungjawab Kemenparekraf RI dan lain sebagainya. “Belum pagi ada refokusing anggaran untuk penanganan Covid 19,” jelas Bang Pur.

Dalam kesempatan itu Bang Pur secara simbolis menyerahkan langsung rekening bantuan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah untuk 1000 an mahasiswa STIE Mandala Jember. Baik melalui Program aspirasi DPR RI maupun Jalur reguler. Setiap mahasiswa jika ditotal masing-masing mendapatkan alokasi lebih dari Rp70 juta sampai lulus. “Karena itu, mahasiswa harus bijak dalam penggunaannya serta mengimbanginya dengan berprestasi baik secara akademik maupun berbagai prestasi lainnya,” pungkas Bang Pur.

Learning loss adalah suatu kondisi hilangnya atau menurunnya kemampuan pengetahuan dan keterampilan peserta didik yang disebabkan oleh kekurangan atau terputus secara berkelanjutan dalam pendidikan. Bukan hanya dipahami sebagai bentuk penurunan daya kemampuan peserta didik akibat Pandemi Covid.

Ketua STIE Mandala Suwignyo Widagdo menyatakan dalam mengantisipasi learning loss, Mandala akan dan telah melakukan terobosan program inovatif, bertransformasi menjadi kampus bertaraf internasional. Berbagai terobosan diantaranya program joint degree (penyelenggaraan kegiatan kuliah antar perguruan tinggi asal dengan perguruan tinggi mitra/host dengan jurusan/departemen yang in line/bidang keilmuan sama) sudah dimulai semenjak 2012, bekerja sama dengan beberapa kampus di China maupun Thailand. Program ini beriringan, bahkan bisa menjadi prototipe dari konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Mandala juga selalu berbenah membangun atmosfir akademik yang kondusif, menyiapkan SDM berkualitas, memiliki skill dalam menyongsong Indonesia emas 2045 serta bonus demografi di 2030. “Dalam bidang kemahasiswaan, dari 2000 an Sekolah Tinggi yang ada di Indonesia, STIE Mandala Jember menempati ranking ke-29,” kata Mandala.

Seminar dihadiri ratusan Mahasiswa dengan penuh antusias mengikuti Seminar secara Luring/offline dan juga daring dipandu oleh Moch Fachrur Roziq.

Penulis: Arpas

Editor: Budiono

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top