Nasional

Mau Ke Sultra, Polri Ditantang Berani Halau TKA China

TKA China/Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Indonesia Police Watch (IPW) mempertanyakan sikap ketegasan dan keberanian Polri terkait rencana masuknya 500 TKA China saat pademi Corona (Covid-19) masih berlangsung. Soal rencana kedatangan ratusan TKA asal China ini terungkap oleh Gubernur Ali Mazi pada 27 April 2020 kemarin.

“Kita akan melihat apakah Polri berani menghalau TKA Cina itu, seperti Polri menghalau bangsanya yang hendak mudik?,” Kata Presidium IPW Neta S Pane dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (29/4/2020).

Jika Polri tidak berani menghalau para TKA tersebut, kata Neta lagi, maka rakyat Sultra harus melakukan pagar betis untuk menghalau para TKA Cina itu dan memintanya untuk kembali ke negaranya. “Rakyat Sultra perlu mencontoh cara polisi menghalau pemudik di jalan tol,” tambahnya.

Lebih jauh kata Neta, IPW melihat ketidakkonsistenan sikap pemerintah di tengah pademi Covid 19, justru bisa menimbulkan masalah baru. “Karena itu DPR perlu memberi masukan yang tepat kepada Presiden Jokowi,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Neta, DPR perlu memanggil Menaker untuk mencari tahu siapa yang menjadi biang kerok atas rencana kedatangan 500 TKA Cina itu. DPR harus meminta Menaker membatalkan kedatangan mereka.
“Sikap ngawur pemerintah ini sangat memprihatinkan. Selain bisa membuat pademi Covid 19 di Indonesia kian meluas, juga bisa menimbulkan konflik baru di masyarakat,” terangnya lagi.

Disisi lain, sambung Neta, tindakan Presiden Jokowi melarang masyarakat untuk mudik
dengan mengerahkan Polri cukup aneh. Apalagi aparat sampai menghalau pemudik dan menyuruhnya kembali ke Jakarta sebagai tempat asalnya. “Anehnya Pemerintahan Jokowi mengijinkan TKA Cina datang ke Sultra,” imbuhnya.

Ditempat terpisah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama DPRD sepakat menolak rencana kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China.  TKA dari China itu rencananya akan bekerja di perusahaan pemurnian nikel (smelter) PT VDNI (Virtue Dragon Nickel Industry) di Morosi, Kabupaten Konawe.

“Meskipun rencana kedatangan TKA tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat dan sudah melalui mekanisme protokol COVID-19, namun suasana kebatinan masyarakat di daerah belum ingin menerima kedatangan TKA,” ujar Gubernur Sultra Ali Mazi di Kendari, seperti dilansir Antara, Rabu (29/4/2020).

Karena itu, Ali Mazi berharap rencana kedatangan TKA China itu ditunda. Hal itu untuk menghindari adanya reaksi masyarakat seperti yang terjadi beberapa waktu lalu saat kedatangan 49 tenaga kerja asing.

Sebelumnya sempat terjadi kegaduhan gara-gara 49 TKA asal China lolos dan masuk ke Sulawesi Tenggara. Padahal Presiden Jokowi sudah menekankan larangan masuk warga asing demi mencegah wabah Corona (Covid-19). Namun entah kenapa bisa lolos begitu saja.

Kegaduhan tersebut memuncak lantaran terjadi silang pendapat antara Kapolda Sulawesi Tenggara Brigadir Jenderal (Pol) Merdisyam terkait informasi para TKA asal China itu. Dia sebelumnya mengungkapkan jumlah TKA itu 40 orang, padahal 49 orang dan menegaskan bahwa TKA itu berasal dari Jakarta.

Namun pernyataan itu dibantah Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra, Sofyan melalui press release pada 16 Maret 2020 yang menyatakan bahwa 49 TKA tersebut adalah TKA baru yang berasal dari provinsi Henan China.

Adapun TKA tersebut baru tiba di Kendari yang menumpang pesawat Garuda Indonesia dengan melakukan transit di Thailand. ***

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top