Market

Mahasiswa Desak Pemkot Tangerang Batalkan Kontrak PDAM TB Dengan Swasta

Mahasiswa Desak Pemkot Tangerang Batalkan Kontrak PDAM TB Dengan Swasta
Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (13/6/2023)/Foto: Budiana

TANGERANG, SUARAINVESTOR.COMPemkot Tangerang diminta membatalkan kontrak antara PDAM TB Kota Tangerang dengan PT Moya Indonesia. Hal tersebut disampaikan para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang dalam aksi unjuk rasa yang digelar di depan Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (13/6/2023).

Dalam orasinya, mahasiswa menyatakan kontrak antara PDAM TB Kota Tangerang dengan PT Moya Indonesia, dinilai menjadi beban bagi pemerintah Kota Tangerang. “Perrjanjian kerjasama antara PDAM TB dengan PT. Moya Indonesia sarat akan kepentingan dan rawan tindak korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN),” ujar Akbar humas aksi kepada wartawan.

Mahasiswa Desak Pemkot Tangerang Batalkan Kontrak PDAM TB Dengan Swasta

Menurut kajian mahasiswa FAM Tangerang, sistem perjanjian antara PDAM TB dengan PT. Moya Indonesia bersifat Build Operation Transfer (BOT) selama 20 tahun.
Perjanjian kerjasama dengan skema pengembangan investasi ini dinilai hanya akan meninggalkan beban terhadap pemerintahan Kota Tangerang kedepannya. “Jelas sistem yang digunakan adalah Tak Or Pay dimana Benteng Tirta wajib membeli semua hasil produksi yang diproduksi oleh PT. Moya Indonesia dan jika melihat isi perjanjian tersebut jelas-jelas tidak masuk akal,” ungkapnya.

Lebih jauh mahasiswa menyatakan, dalam kontrak kerjasama tersebut terdapat peningkatan yang signifikan dimana sebelumnya menyebut penggunaan air ini terdapat selisih 600 liter perdetiknya. “Disini PDAM TB diduga mengalami defisit sekitar Rp6 Miliar pertahun, dan ini tentunya akan merugikan keuangan BUMD dan Pemkot Tangerang,” ujarnya.

Sementara Farhan, peserta aksi dalam orasinya meminta kepada Walikota Tangerang untuk segera membatalkan perjanjian antara Perumda Benteng Tirta dengan PT. Moya Indonesia, dan proses tender investasi kedua kalinya yang digelar oleh PDAM TB. “Kami  menduga tentunya ada fee yang didapat dari sang pemangku kepentingan ini dari hasil perjanjian yang terlalu dipaksan tersebut, mengingat diakhir jabatannya dan tidak akan menjabat lagi. Diduga ada indikasi tindakan Korupsi Kolusi Nepotisme yang dilakukan oleh pemangku kepentingan, terlebih dalam proses tender investasi kedua ini ada indikasi perusahaan cangkang PT Moya Indonesia yang ikut tender, artinya terjadi monopoli usaha, kalau sudah begini pasti ada motif mencari keuntungan besar dari proyek ini,” jelasnya.

Sampai aksi selesai digelar, tidak satu pun perwakilan dari Pemkot Tangerang yang menemuin para mahasiswa. “Kami akan terus melakukan aksi sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Pemkot Tangerang,” ujar Farhan.***

Penulis      :    Budiana 

Editor        :    Budiana

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top