Nasional

Lurah Pondok Labu Kejar Predikat KBJ Terbaik 2019

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM- Kelurahan Pondok Labu, Jakarta Selatan terus menggalakkan partisipasi warganya dalam penanggulangan penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue).

Sejak Program Kampung Bebas Jentik (KBJ) ditetapkan, partisipasi warga di Kelurahan Pondok Labu dalam kegiatan pemberantasan nyamuk dan penanggulangan DBD terus meningkat.

“Sehingga kita bisa buat laporan ke tingkat kota,” ucap Lurah Pondok Labu Nurul Baiti SH saat membuka Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di RW 04 Kelurahan Pondok labu, Jakarta Selatan, Jumat (13/12/2019).

Acara dihadiri antara lain PKK kelurahan, PKK kecamatan, Kepala Puskesmas Kelurahan Pondok Labu dan Kepala Puskesmas Kecamatan, Ketua RT, Ketua RW, para kader Jumantik, serta para kader PKK.

Lurah Pondok Labu mengatakan pelibatan partisipasi warga ditujukan untuk menekan angka kejadian penyakit DBD sekaligus mengejar predikat sebagai Kampung Bebas Jentik (KJB) terbaik untuk Tahun 2019.

Tanpa intruksi, para kader Jumantik langsung meneriakkan yel-yel ketika Lurah Nurul menanyakan kabar Jumantik. “Jumantik juga ada yel-yel nya, PKK juga ada yel-yel nya, dan lainnya,” ujar Lurah Nurul.

Gelaran kegiatan PSN di RW 04 melaksanakan kegiatan rutin program sedekah minyak jelantah yang sudah masuk dalam kalender program Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Jakarta Selatan.

“Seperti biasa PSN kita galakkan sekaligus dalam rangka penyerahan sedekah minyak jelantah. Untuk kali ini ada 21 dirijen minyak jelantah. Ini menjadi tabungan kita untuk yatim piatu di bulan ramadhan nanti dan sudah terkumpul Rp 6 juta,” kata Lurah Nurul.

Di tempat sama, Kepala Puskesmas Kelurahan Pondok Labu dr. Yari kembali menegaskan tentang tujuan utama dari digalakkannya program kamoung bebas jentik.

“Intinya membuat kampung kita supaya bebas jentik. Kalau bebas jentik berarti bebas DBD,” tegasnya.

Sedangkan dalam rangka Lomba Kampung Bebas Jentik Tahun 2019, ia menekankan bahwa partisipasi warga dalam KBJ merupakan poin penting penilaian.

“Sebab terpenting adalah bukan hanya bukan hanya kasusnya, bukan hanya angka bebas jentiknya tetapi peran serta tiap-tiap user yang ada di dalam masyarakat,” imbuhnya.

Ia menjelaskan pemahaman warga secara luas terhadap ancaman DBD merupakan target dari program yang dicanangkan pemerintahan kota. “Jadi semuanya harus paham mengenai kampung bebas jentik,” sebut dr. Yari.

Iapun menyemangati warga RW 04 untuk terus dan tetap peduli dengan pemberantasan sarang nyamuk.

“Masih mau menang nggak bapak ibu?” sebut dr Yari. Serempak semua warga yang hadir menyatakan,”Masih…..!”.

Sementara itu, perwakilan dari Dewan Kota Jakarta Selatan, Mucklis berharap kelurahan Pondok Labu bisa terus memberi pemahaman kepada warganya tentang pentingnya bahaya DBD.

Ia juga mengapresiasi partisipasi warga Pondok Labu Labu khusus RW 04 yang antusias menghadiri kegiatan-kegiatan yang diadakan Kelurahan Pondok Labu seperti Program Kampung Bebas Jentik dan Sedekah Minyak Jelantah.***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top