Uncategorized

Lotte Chemical Titan Diminta Realisasikan Investasi Tahun ini

SIDOARJO-Pemerintah menggenjot pembangunan industri petrokimia di dalam negeri 2017. Oleh karena itu, Kemenperin minta industri petrokimia asal Korea Selatan, Lotte Chemical Titan segera merealisasikan investasinya sebesar US$ 3-4 miliar atau sekitar Rp 52-53 triliun untuk memproduksi nafta cracker dengan total kapasitas sebanyak 2 juta ton per tahun. “Bahan baku kimia tersebut diperlukan untuk menghasilkan ethylene, propylene dan produk turunan lainnya,” katanya kemarin.

Proyek yang akan dibangun di Cilegon, Banten ini akan memakan waktu hingga 4-5 tahun dengan membuka lapangan pekerjaan sebanyak 9.000 orang, dengan rincian tahap konstruksi sekitar 6.000 orang dan ketika beroperasi di tambah 3.000 orang. “Dengan berdirinya perusahaan tersebut bisa menambah lapangan pekerjaan,” katanya.

Lotte Chemical Titan akan memproduksi produksi etilen sebanyak 1 juta ton dan propilen 600 ribu ton per tahun. Produksi ini diharapkan akan mengurangi impor senilai US$ 1,5 miliar, yang selama ini Indonesia mengimpor bahan kimia secara keseluruhan senilai USD15 miliar.
“Saat ini, kapasitas kita untuk menghasilkan nafta cracker hanya 900 ribu ton per tahun, sedangkan Singapura 3,8 juta ton dan Thailand 5 juta ton,” ujar Airlangga Hartarto.

Airlangga Hartarto menjelaskan, dengan kapasitas Lotte Chemical tersebut dan di tambah ekspansi dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk., Indonesia akan mampu menghasilkan bahan baku kimia berbasis nafta cracker sebanyak 3 juta ton per tahun sekaligus memposisikan sebagai produsen terbesar ke-4 di ASEAN setelah Thailand, Singapura dan Malaysia. “Kami mendorong investasi industri petrokimia agar bisa terealisasi tahun ini. Apalagi, pabrik petrokimia terakhir dibangun pada tahun 1998,” imbuhnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top