Industri & Perdagangan

Legislator Kesal Raker Dengan Mendag Molor Beberapa Jam

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Sejumlah anggota DPR kecewa dengan Menteri Perdagangan yang kurang mengharga waktu. Akibatnya rapat kerja (raker) dengan Komisi VI DPR molor tak karu-karuan.

Berdasarkan jadwal, agenda rapat disepakati pukul 11.00, tapi tiba-tiba saja kemudian dimundurkan menjadi pukul 13.00. Namun ada kabar mau dimundurkan lagi pukul 15.00. “Saya mau tanya pimpinan rapat dulu, jam berapa mulainya,” kata anggota Komisi VI DPR Mukhtarudin di Komisi VI DPR, Jakarta,(30/1/2020)

Lebih jauh Mukhtaruddin, mengkritik dengan sikap Mendag Agus Suparmanto yang tak disiplin. “Saya tidak tahu alasannya. Tapi kabarnya Mendag Agus Suparmanto sudah menemui pimpinan,” katanya.

Sementara itu anggota anggota DPR Darmadi Durianto menilai jika Mendag merasa rapat tak penting sebaiknya dibatalkan saja. Namun semua ini tergantung pada pimpinan rapat.

Setelah molor beberapa jam, raker Komisi VI DPR dan Menag dimulai pukul 14.29. Pimpinan yang hadir Gede Sumarjaya Linggih, Aria Bima dan Hekal.

Berdasarkan absensi, jumlah anggota yg hadir 24 anggota, Izin 4 anggota. Berapa anggota DPR yang sudah hadir antara lain, Sonny Danaparamitha, Darmadi Durianto, Bambang Patijaya, Idris Laena, Nevi Zuarina, Andre Rosadi, Anam, Achmad Baedowi, Percha Leanpuri, Nasim Khan dan lain-lainnya.

Dalam agenda rapat hari ini pembahasan Raker, membahas antara lain, penjelasan Pemerintah (Menteri Perdagangan) terhadap:

  1. Pembahasan mengenai Rencana Pengesahan Protokol Pertama Untuk Mengubah Persetujuan Tentang Kemitraan Ekonomi Menyeluruh Antar NegaraNegara Anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dan Jepang (First Protokol to Amend The Agreement on Comprehensive Economic Partnership Among Member States of The Association of Southeast Asian Nation & Japan)
  2. Pembahasan mengenai Rencana Pengesahan Comprehensive Economic Partnership Agreement between the Republik of Indonesia and the EFTA States (Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Republik Indonesia dan Negara-negara EFTA); dan
  3. Pembahasan mengenai Rencana Pengesahan Persetujuan ASEAN Agreement on Electronic Commerce (Persetujuan ASEAN tentang Perdagangan melalui Sistem Elektronik)***
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top