Perbankan

Lambat Berkembang, Bank Wakaf Mikro Masih Andalkan Sumbangan Dan Donasi

BWM/Kompas TV

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Pemerintah berencana mengalokasikan dana bagi bank wakaf mikro (BWM) supaya lembaga keuangan syariah tersebut dapat menggaet lebih banyak nasabah dari pesantren-pesantren. Dengan adanya suntikan APBN, maka diharapkan BWM dapat berkembang dalam memberikan layanan pinjaman modal mikro.

“Ke depan, bank wakaf mikro ini akan kita masukkan dalam APBN supaya lebih besar lagi, termasuk juga CSR (corporate social responsibility) dari perusahaan BUMN, supaya nanti pesantren-pesantren itu menjadi pusat pembiayaan masyarakat yang syariah,” kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat membuka Rakornas Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) di Istana Wapres Jakarta, Senin, (9/3/2020)

Rencana untuk menyuntikkan dana negara langsung kepada BWM tersebut, lanjut Ma’ruf, sebagai upaya untuk mengembangkan lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) yang menjadi salah satu program kerja Pemerintah.

Ma’ruf Amin mengakui selama ini modal yang dimiliki BWM di pesantren-pesantren tergolong minim karena sumbangan dan donasi untuk lembaga keuangan tersebut juga sedikit. “Selama ini (sumber BWM) hanya sumbangan-sumbangan dan donasi-donasi; makanya lambat jalannya, baru 56 (BWM), nanti (tahun ini) akan menjadi 100,” ujar Ma’ruf menambahkan.

BWM merupakan lembaga keuangan syariah yang mengutamakan pada pemberian pinjaman untuk pengembangan usaha mikro kecil (UMK) dan pemberdayaan masyarakat. Pendirian BWM difokuskan di pesantren-pesantren, dengan izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai sarana pengembangan kegiatan ekonomi syariah.

BWM didirikan sebagai solusi pemberian pinjaman dana mikro bagi masyarakat, khususnya di pedesaan, yang sulit mendapatkan akses pinjaman modal untuk usaha dari bank. Sejak diinisiasi pada 2017 hingga saat ini, tercatat sudah ada 56 BWM di berbagai daerah dan jumlah tersebut akan bertambah sedikitnya 50 unit hingga akhir 2020.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top