Headline

Lahan Tol Pasuruan-Probolinggo Sudah 70% Dibebaskan

PASURUAN-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus ngebut menyelesaikan proyek tol Pasuruan – Probolinggo sepanjang 31,3 Km. Proyek infrastruktur tersebut terbagi menjadi tiga seksi. Pada seksi I dari Grati – Nguling sepanjang 8 kilometer, seksi II dari Nguling – Sumberasih sepanjang 6 kilometer dan seksi III dari Sumberasih – Leces sepanjang 16 kilometer. “Dari keseluruhan lahan tersebut, sudah 70% yang dibebaskan,” kata Kepala Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembebasan Lahan Tol Pasuruan – Probolinggo Kementerian PU-PERA, Agus Minarno di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Selasa (29/11/2016).

Menurut Minarno, harga lahan untuk jalan tol ini mulai dari Rp 260.000 – Rp 580.000 per meter. Jika ada warga yang keberatan dengan harga tersebut, dipersilakan menggugat ke pengadilan. “Jalan tol Pasuruan – Probolinggo membutuhkan lahan 271 hektar terdiri dari 3.000 bidang lahan.

Dikatakan Minarno, kebutuhan untuk proyek tol tersebut cukup besar. “Jalan tol Pasuruan – Probolinggo membutuhkan lahan 271 hektar terdiri dari 3.000 bidang lahan,” tegasnya.

Lebih jauh Minarno menjelaskan pembebasan lahan tol di wilayah Probolinggo sudah rampung. Sementara di Pasuruan tinggal beberapa desa yang belum sampai tahap pembayaran. “Di Pasuruan jalan tol ini melewati 7 desa antara lain Grati Tunon, Ranu Klindungan, Sumberdawe Sari, Cukur Gondang, Sebalong, Dandang Gendis dan Wot Galih. Hari ini pembayaran di Ranu Klindungan, besok di Grati Tunon,” jelasnya

Pembagian ganti untung lahan tol di Desa Ranu Klindungan dihadiri ratusan pemilik lahan. Khusen (72) salah satu pemilik lahan mengatakan dirinya mengaku langsung menerima harga yang ditawarkan pemerintah meski sebelumnya sempat terjadi tawar-menawar. “Lahan saya yang kena tol sawah seluas 507 meter persegi. Ganti ruginya Rp.143.676.000,” kata Khusen. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top