Property

Lahan PSU Pemkot Tangerang Ditengarai Diserobot PT Royal Garden

Lahan PSU Pemkot Tangerang Ditengarai Diserobot PT Royal Garden

TANGERANG, SUARAINVESTOR.COM- Aktifis penggiat lingkungan, Deny Granada menduga aset prasarana sarana utilitas umum (PSU) milik Pemerintah Kota Tangerang yang luasnya sekitar 11.309.36 M2 hilang.

Adapun lahan yang hilang itu lokasinya berada di belakang dan tengah Perumahan Taman Royal 2.

“Hal itu diperkuat dengan adanya surat yang dikeluarkan oleh Rukun Warga (RW) 016 Kelurahan Poris Pelawad Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang berdasarkan no surat : 37-/RW-016/PPI/2015 yang ditujukan kepada pengembang PT.Royal Garden Village, selaku pengembang Perumahan Taman Royal 2, pada Tanggal. 30 Desember 2015 lalu,” tuturnya kepada wartawan, Kamis (15/9/2021).

Lahan PSU Pemkot Tangerang Ditengarai Diserobot PT Royal Garden

Kemudian, beberapa tahun kemudian lahan yang diklaim milik pengembang ternyata sudah terbangun beberapa rumah yang cukup mewah. “Kami menduga lahan yang dibangun adalah bagian dari PSU yang sepenuhnya adalah milik Pemerintah Kota Tangerang.”

“Hal ini dibuktikan dengan telah terbitnya kesepakatan kedua belah pihak dalam dokumen berita acara serah terima yang ditandatangani oleh kedua belah pihak,” paparnya lagi.

Lebih jauh Deny menjelaskan pihak pertama diwakili oleh Drs.Windoyo Simbung selaku Direktur PT. ROYAL GARDEN VILLAGE dengan nomor : 014/RGV/II/2004 disebutkan sebagai pihak ke satu dan pihak kedua mewakili Pemerintah Kota Tangerang, H.Wahidin Halim selaku Walikota Tangerang. Dengan nomor ; 593/546-Dinperkim/BA/2004.

Lahan PSU yang diserahkan oleh pihak pengembang adalah seluas 11.309.36 M2 kepada Pemerintah Kota Tangerang.

Lahan PSU tersebut, lanjut Deny lagi, sudah dicatatkan menjadi aset milik Pemerintah Kota Tangerang. Namun di atas lahan itu, kemudian dibangun perumahan baru dengan nama Perumahaan Royal Arum. “Sungguh hal inilah yang menjadi pertanyaan buat saya, apa dasarnya pengembang bisa membangun diatas lahan PSU milik Pemkot Tangerang,” ungkap Deny.

Deny mempertanyakan tindakan pengembang membangun Perumahan Royal Arum dengan mengirimkan surat kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap (DPMPTSP) Pemkot Tangerang, pada 20 Agustus 2018, surat itu bernomor : K/02/DPLSK.FS.TR2/VIII/18 tentang: permohonan klarifikasi atas ijin Perumahan Cluster Royal Arum.

Dikatakan Deny, DPMPTSP Kota Tangerang mengaku belum pernah mengeluarkan ijin mendirikan bangunan (IMB) surat tersebut ditandatangani oleh Kepala DPMPTSP. Adapun surat bernomor
503/807-Bid.PDA/2018 menjelaskan bahwa bangunan Perumahan Royal Arum-PT. ROYAL GARDEN VILLAGE adalah lokasi area Kolam Renang Perumahan Taman Royal 2, Kelurahan Poris Plawad Indah Kec, Cipondoh Kota Tangerang.

“Keanehan pun terjadi disini, ternyata pihak pengembang melampirkan surat jawaban atas klaim warga yang merasa dirugikan dengan lampiran BERITA ACARA SERAH TERIMA (BAST) dengan nomor yang sama, yang juga dimiliki oleh Pemerintah Kota Tangerang,” ucap Deny

Akan tetapi, setelah diteliti berkas milik pengembang tersebut ternyata ada lampiran yang diganti/diubah pada lampiran BAST lembar ke tiga, dalam Berita Acara Serah Terima yang dimiliki oleh Pemda Kota Tangerang

“Dalam lampiran ketiga menjelaskan tentang Data Rincian Prasaran Lingkungan UTUM dan Fasos Perumahan Taman Royal, sedangkan Berita Acara Serah Terima (BAST) yang di klaim oleh pihak pengembang PT.ROYAL GARDEN VILLAGE dalam lampiran ketiga adalah gambar pengajuan siteplan yang baru akan diajukan ke Pemerintah Kota Tangerang,” Kata nya seraya menunjukkan dokumen tersebut.

Menurut Deny, aneh bahwa ada dua dokumen yang sama dengan nomor serta luas lahan yang sama, akan tetapi versinya berbeda.

“Untuk itu saya meminta kepada pihak hukum agar bisa melakukan penyelidikan sehubungan dengan telah diduga hilangnya Prasarana Sarana Utylitas (PSU ) Milik Pemerintah Kota Tangerang serta mengusut tuntas dan memprosesnya apabila ada kedapatan oknum Pemerintah Daerah yang terlibat dalam hal diduga telah hilangnya aset milik Pemda tersebut. Karena bagaimanapun juga dalam hal ini nilai kerugian negara sangatlah besar apabila hal ini benar terjadi,” ungkapnya.

Namun hingga berita ini diturunkan Pemkot Tangerang Belum memberikan keterangan terkasus tersebut. ***

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top