Industri & Perdagangan

Laba AirAsia Indonesia Terkoreksi untuk Kuartal Akhir 2016

JAKARTA – AirAsia Berhad melaporkan hasil kuartal yang berakhir 31 Desember 2016 ( “4Q16”) dan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2016 ( “FY2016”). Untuk AirAsia Indonesia ( IAA), membukukan pendapatan sebesar Rp 972 miliar. Angka tersebut 13 persen lebih rendah dibanding laba perusahaan untuk kuartal sama di tahun sebelumnya yang membukukan pendapatan sebesar Rp 1,091 triliun.

Berdasarkan laporan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (23/2/2017), menyebutkan koreksi laba yang tertekan atas maskapai penerbangan berbiaya rendah itu sejalan dengan langkah perusahaan yang direncanakan dalam rencana turnaround. Load factor untuk triwulan ini ditetapkan 83 persen, atau mengalami peningkatan 3 persen dari kuartal yang sama di tahun 2015.

CEO Grup AirAsia Tony Fernandes mengakui kondisi yang kurang menguntungkan atas laba perusahaan di Indonesia untuk tiga bulan terakhir. “Indonesia AirAsia berada di hitam untuk kuartal kedua berturut-turut mengikuti perputaran, dan Filipina adalah operasional menguntungkan setelah tidak termasuk biaya satu-off dari pembuangan pesawat warisan,” kata CEO Grup AirAsia Tony Fernandes.

Namun, dia meyakini langkah penghematan biaya di bawah rencana turnaround itu, membuat AirAsia Indonesia lebih siap untuk meraih keuntungan. “CASK turun sebesar 8 persen pada kuartal keempat dan dengan ini, kami membukukan laba bersih setahun penuh dan memenuhi janji kami kepada para pemangku kepentingan untuk menjadi tegas dalam hitam untuk 2016,” ujarnya.

Kendati demikian, ia merasa sangat gembira melihat investasi perusahaannya di ASEAN. “Kami sangat gembira untuk melihat investasi kami di ASEAN mulai untuk melunasi. Semua penerbangan ASEAN kami, di Malaysia, Thailand, Indonesia dan Filipina yang secara operasional menguntungkan pada kuartal keempat,” kata Tony.

Operasional mereka di Malaysia melaporkan bahwa laba (EBIT) margin mencapai 30 persen. “Kuartal ini operasi Malaysia kami tumbuh RASK (Pendapatan per Tersedia Kursi Kilometer) sebesar 6 persen dari permintaan yang kuat untuk perjalanan udara seperti yang ditunjukkan oleh load factor lebih tinggi dan tarif rata-rata yang lebih tinggi. Di sisi biaya, CASK (Biaya per Tersedia Kursi Kilometer) turun sebesar 11 persen dari harga bahan bakar yang lebih rendah,” imbuhnya.

Secara umum, Tony Fernandes mengatakan pada neraca perusahaan, rasio gearing perseroan terus menunjukkan peningkatan kuartal ke kuartal dan dari tahun-ke-tahun. “Dan sekarang turun ke 1,30 kali pada akhir 4Q16 (per 31 Desember 2016), dibandingkan dengan 1,47 kali pada akhir 3Q16 dan 2.29 kali tahun lalu,” tegasnya.

Selama periode per tiga bulan pada Tahun 2016, dari keempat periode Tahun 2016 tersebut, AirAsia mengalami kenaikan Unit Pendapatan (RASK) mencapai 6 peren, kenaikan laba setelah pajak mencapai 13 persen, dan penurunan biaya unit (CSAK) sebesar 11 persen. (har)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top