Industri & Perdagangan

Kuartal II 2022, Ekonomi Indonesia Diprediksi 5,07 Persen

Kuartal II 2022, Ekonomi Indonesia Diprediksi 5,07 Persen
Ilustrasi kegiatan UMKM di Pasar Modern, BSD/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-
Produk domestik bruto (PDB) Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,07 persen year on year pada kuartal II 2022.
Realisasi investasi pada kuartal II 2022 tercatat tertinggi dalam satu dekade terakhir dengan sektor manufaktur sebagai penyumbang utama yang menunjukkan bahwa kepercayaan investor masih sangat tinggi pada Indonesia. “Konsumsi rumah tangga kemungkinan besar akan tumbuh lebih besar pada kuartal II 2022 karena momentum Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Pada saat yang bersamaan dengan pemulihan permintaan, kredit terus naik,” kata Peneliti Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Teuku Riefky di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Menurut Teuku Riefky,
surplus perdagangan pada kuartal II 2022 yang mencapai 15,6 miliar dolar AS juga telah meredam dampak pengetatan moneter terhadap arus modal keluar dan depresiasi rupiah, karena ekspor yang lebih tinggi daripada impor mengindikasikan likuiditas valuta asing yang lebih besar di pasar.

“Melonjaknya harga komoditas membawa momentum bermanfaat bagi ekspor karena Indonesia merupakan net eksportir komoditas energi utama. Surplus perdagangan barang kemudian mendorong surplus transaksi berjalan,” terangnya.

Kepemilikan asing atas aset keuangan yang menurun sejauh ini telah memberi Indonesia ruang cukup untuk menyerap guncangan global dibandingkan dengan negara lain, terutama dalam hal inflasi dan volatilitas mata uang.

Untuk inflasi, meski meningkat, Riefky menilai inflasi Indonesia yang tercatat sebesar 4,94 persen year on year pada Juli 2022 tetap relatif moderat dibandingkan negara lain. “Kami melihat bahwa kondisi suram ekonomi global tidak terlihat pada kondisi ekonomi domestik.

Dikatakanya Teuku Riefky, Windfall dari lonjakan harga komoditas memungkinkan pemerintah untuk memperluas stimulus fiskal guna meredam inflasi sementara tetap membangun momentum pemulihan. Dengan demikian, kegiatan konsumsi dan produksi akan tetap berjalan aman,” pungkasnya. ***

Penulis  : Iwan Damiri
Editor    : Eko

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BERITA POPULER

To Top