Headline

Kuartal I 2022, BSI Kucurkan Pembiayaan Rp 177,5 Triliun

Kantor BSI di Pasar Modern, BSD/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM–PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengungkapkan pertumbuhan pembiayaan pada 3 bulan pertama 2022, ditopang oleh pembiayaan mikro, consumer, dan gadai emas. Sehingga total pembiayaan pada Maret 2022 mencapai Rp 177,506 triliun atau tumbuh 11,59 persen secara YoY. “Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pembiayaan mikro yang tumbuh agresif 22,4 persen, consumer 20,7 persen, dan gadai emas 8,9 persen,” kata Direktur Ritel BSI Koko Alun Akbar di Jakarta, Kamis (28/4/2022).

Emiten berkode BRIS, hingga Maret 2022, telah menyalurkan pembiayaan keuangan berkelanjutan sebesar Rp 48,25 triliun atau berkontribusi sekitar 27 persen dari total portofolio pembiayaan. “Sementara itu, untuk perolehan dana pihak ketiga mencapai Rp 238,53 triliun tumbuh sekitar 16,07 persen secara year on year,” ujarnya.

Kinerja yang solid dan sehat juga ditunjukan dari pertumbuhan aset sebesar 15,73 persen secara year on year menjadi Rp 271,29 triliun. “Ini merupakan hasil implementasi keseriusan BSI dalam menggarap dana murah sebagai salah satu strategi yang konsisten dijalankan dalam memacu pertumbuhan. Dana murah ini terdiri dari tabungan dan giro yang diharapkan bisa mendorong transaksi,” jelas dia.

Adapun rasio kecukupan modal atau cash coverage BSI meningkat signifikan menjadi 150,09 persen. Selain itu, BSI juga terus meningkatkan efektivitas dan effisiensi biaya dengan membaiknya biaya operasional (BOPO) menjadi 75,35 persen.

“Kami menerapkan sistem kehati-hatian untuk masuk ke segmen pembiayaan yang memberikan return yang positif dan dari sisi kualitas bisa dipertanggungjawabkan. Kita juga berupaya
menyalurkan KUR syariah secara optimal,” jelas dia.

Sementara itu, hingga Maret 2022 tercatat restrukturisasi yang dilakukan BSI sebesar Rp 17,9 triliun kepada 79.000 nasabah atau 8,1 persen dari total nasabah BSI. Nilai tersebut mewakili 10,1 persen dari total baki debet pembiayaan. “Dari total nasabah yang di-restrukturisdasi, sebanyak 61,5 persen atau 56.000 merupakan nasabah UMKM dengan nilai restrukturisasi sebesar Rp 8,12 triliun,” pungkasnya. ***

Penulis   : Iwan Damiri
Editor     : Kamsari

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BERITA POPULER

To Top