Investasi

Kuartal I 2022, AAJI: Investasi Pada SBN Capai Rp123,03 triliun

Kuartal I 2022, AAJI: Investasi Pada SBN Capai Rp123,03 triliun
Ilustrasi Dana Investasi/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Dana kelola investasi milik industri asuransi di tanah air sebanyak Rp123,03 triliun ditempatkan pada Surat Berharga Negara (SBN). Adapun jumlah penempatan dana investasi di SBN dapat menjaga stabilitas perekonomian negara, bahkan terus meningkat tiap tahunnya.

“Untuk kuartal I-2022 itu sendiri, penempatan investasi pada SBN sebesar Rp123,03 triliun dan ini suatu peningkatan dengan 37,5 persen,” kata Ketua Bidang Regulasi Kepatuhan dan Litigasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Rudy Kamdani di Jakarta, Jumat (11/6/2022).

Lebih jauh Rudy menjelaskan industri asuransi jiwa berkomitmen untuk turut berkontribusi pada pembangunan Indonesia. Salah satunya, dengan menempatkan dana kelola pada instrumen yang dapat mendukung pembangunan negara seperti SBN dan juga obligasi serta sukuk dengan total sekitar 29,6 persen dari total dan kelola investasi. “Dari kuartal I 2020 yang berjumlah Rp77,3 triliun kemudian meningkat menjadi Rp89,48 triliun pada 2021 dan Rp123,03 triliun di 2022,” ujarnya.

Rudy menambahkan peningkatan tersebut dikarenakan AAJI menunjukkan capaian positif dari sisi investasi. Pada kuartal I-2022, perusahaan anggotanya berhasil mengelola total dana investasi sebesar Rp545,79 triliun atau meningkat sebesar 6,8 persen.

Demikian pula dengan hasil investasi yang mengalami pertumbuhan sebesar 347,9 persen menjadi Rp10,81 triliun. Pertumbuhan kinerja hasil investasi asuransi jiwa sejalan dengan peningkatan IHSG dari 5.985,5 menjadi 7.071,4.

Tak hanya berkontribusi pada investasi pembangunan negara, AAJI juga menempatkan dana investasi pada instrumen saham maupun reksadana sebagai bukti dalam menjalankan peran dalam mendukung dan menjaga stabilitas pasar modal. “Pada kuartal I-2022, total penempatan dana pada instrumen saham dan reksadana mencapai total Rp306,53 triliun dan berkontribusi sebesar 56,2 persen dari total investasi,” ujarnya.

Kontribusi di pasar modal tersebut sedikit menurun jika dibandingkan periode yang sama pada 2021 yang berjumlah Rp316,68 triliun atau turun 3,2 persen. ***

Penulis   : Iwan Damiri
Editor     : Eko

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BERITA POPULER

To Top