Headline

Krisruh Stop Ekspor Batu-Bara, Sartono: Harus Berdampak Positif Ke Semua Sektor

Krisruh Stop Ekspor Batu-Bara, Sartono: Harus Berdampak Positif Ke Semua Sektor
Anggota Komisi VII DPR Satono Hutomo Saat Rapat Kerja di Ruang Rapat Komisi VII DPR/Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi Sartono

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Pasokan batu bara untuk pembangkit listrik dalam negeri tengah kritis. Makanya, pemerintah meminta eksportir memasok batu bara ke pembangkit listrik milik PLN maupun independent power producer (IPP). Hal itulah yang menyebabkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk melarang seluruh perusahaan batubara untuk ekspor mulai 1 Januari 2022. “Batubara ini komoditas material yang tidak bisa kita pisahkan dari kepentingan orang-orang tertentu bahkan mungkin elit tertentu,” kata Anggota Komisi VII DPR, Sartono Hutomo kepada suarainvestor.com melalui pesan WhatApp (WA) di Jakarta, Selasa, 4/01/2022).

Politisi Partai Demokrat ini sepakat bahwa kepentingan dalam negeri harus lebih didahulukan. Namun dengan catatan, kebijakan larangan tersebut memberi dampak positif ke semua pihak. “Jadi tidak malah merugikan salah satu pihak,” tegasnya.

Lebih jauh Legislator dari Jatim VII menyarankan dari pada pemerintah fokus mengurusi sengkarut masalah batubara. Kenapa tidak fokus mempercepat transisi ke energi bersih dan energi terbarukan. “Karena dibalik menggiurkannya bisnis batubara ini, taruhan kita kepada lingkungan juga tinggi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Jamaludin menegaskan pemerintah mengambil kebijakan untuk melakukan pelarangan ekspor batubara periode 1 hingga 31 Januari 2022 bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau IUPK tahap kegiatan Operasi Produksi, IUPK Sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian dan PKP2B.

Langkah ini dilakukan guna menjamin terpenuhinya pasokan batubara untuk pembangkit listrik. Kurangnya pasokan ini akan berdampak kepada lebih dari 10 juta pelanggan PT PLN (Persero), mulai dari masyarakat umum hingga industri, di wilayah Jawa, Madura, Bali (Jamali) dan non-Jamali. “Kenapa semuanya dilarang ekspor? Terpaksa dan ini sifatnya sementara. Jika larangan ekspor tidak dilakukan, hampir 20 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan daya sekitar 10.850 mega watt (MW) akan padam. Ini berpotensi menggangu kestabilan perekonomian nasional. Saat pasokan batubara untuk pembangkit sudah terpenuhi, maka akan kembali normal, bisa ekspor. Kita akan evaluasi setelah tanggal 5 Januari 2022 mendatang,” ujarnya, di Jakarta, Sabtu (1/1/2022).

Pemerintah, lanjut Ridwan, telah beberapa kali mengingatkan kepada para pengusaha batubara untuk terus memenuhi komitmennya untuk memasok batubara ke PLN. Namun, realisasinya pasokan batu bara setiap bulan ke PLN dibawah kewajiban persentase penjualan batubara untuk kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO). Sehingga terakumulasi dan di akhir tahun pembangkit PLN mengalami defisit pasokan batubara.

Menurutnya, persediaan batubara yang aman di PLTU PLN adalah di atas 20 hari operasi. “Dari 5,1 juta metrik ton (MT) penugasan dari Pemerintah, hingga tanggal 1 Januari 2022 hanya dipenuhi sebesar 35 ribu MT atau kurang dari 1%. Jumlah ini tidak dapat memenuhi kebutuhan tiap PLTU yang ada. Bila tidak segera diambil langkah-langkah strategis maka akan terjadi pemadaman yang meluas,” ungkap Ridwan.

Pemerintah telah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 139.K/HK.02/MEM.B/2021 yang mengatur lebih spesifik tentang kewajiban pemenuhan batubara untuk kebutuhan dalam negeri, yaitu minimal 25% dari rencana produksi yang disetujui dan harga jual batubara untuk penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum sebesar US$70 per metrik ton. Untuk itu Ridwan menegaskan kepada pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau IUP Khusus tahap kegiatan Operasi Produksi untuk patuh terhadap pemenuhan kebutuhan batubara dalam negeri. ***

Penulis     :    Iwan Damiri
Editor       :    Kamsari

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top