Nasional

KPK Diminta Buktikan Kerugian Negara Rp2,3 Triliun Dalam Kasus e-KTP

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan sampai sekarang penghitungan 2,3 triliun kerugian negara dalam kasus e-KTP yang menyebabkan Ketua DPR Setya Novanto menjadi tersangka, sebagaimana yang sering disebut-sebut KPK tidak dilakukannya. “BPKP secara resmi mengatakan tak ada (kerugian). Jadi apa ini sebenarnya?” kata Fahri kepada awak media di Gedung DPR RI, Jumat (17/11/2017).

Sementara kasus RJ Lino (bekas Direktur Utama PT Pelindo II), sebut Fahri, kerugian negara itu 4.08 triliun itu sudah jelas. Termasuk kerugian akibat global bond, negara harus bayar sekitar 1 triliun per tahun.
“Ada itu orang (RJ Lino) uda dua tahun keliling. Dan saya denger dia dilindungi sama orang kuat. Keliling aja dia. Ketua DPR diburu-buru,” tambahnya lagi.

Bahkan, Fahri mengatakan bahwa RJ Lino selama tujuh tahun menikmati uang, yang kemudian katanya dikembalikan dan tidak menjadi tersangka. Sementara ada orang yang belum tentu terima uang, dikejar-kejar.
“Lalu sekarang dibikin rame kayak begini. Kasusnya tuh apa? Kalau yang sudah jelas perhitungan kerugiannya kan RJ Lino, yang menyebabkan Budi Waseso disingkirkan dari Kepala Bareskrim Polri menjadi Kepala BNN gara-gara mau nangkap RJ Lino,” bebernya.

Karena itu, Fahri meyakini kalau kasus dugaan korupsi e-KTP yang melibatkan Setya Novanto yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar itu, dalam rangka memperebutkan kursi Pilpers 2019. “Saya nggak percaya ramai-ramai ini, bohong saja. Kalau menurut saya ya, ini bukan soal Novanto. Tapi soal tiket yang dia pegang. Kalau saya percayanya begitu,” kata politisi dari PKS ini.

Kata Fahri lagi, Novanto selaku petinggi di Golkar itu tidak paham bahwa dia megang tiket besar, dan tidak tahu cara menjaganya, sehingga akhirnya dia kena.
“Novanto sial dia karena pegang tiket besar. Dia bingung dan tak paham kalau dia menang tiket besar,” tutup anggota DPR dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top