Nasional

Konpensasi, DPR Minta PLN Tak Korbankan Karyawan

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Ganti rugi atau konpensasi untuk masyarakat akibat listrik mati pada Minggu (4/8) lalu, yang akan dilakukan dengan memangkas gaji karyawan PLN, dinilai tidak adil. Sehingga harus ada langkah-langkah yang lebih profesional dan proporsional.

“Kalau memangkas gaji karyawan itu tidak fair. Mestinya harus dilihat siapa yang bertanggung jawab atas pemadaman listrik itu,” tegas Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Menurut Waketum Gerindra itu, harus ada langkah-langkah yang profesional dan proporsional untuk membayar ganti rugi kepada pelanggan dengan mengacu pada aturan yang berlaku.
“Jangan mengorbankan karyawan, tapi siapa yang bertanggung jawab?” tanya Fadli Zon.

Kerugian materil akibat pemadaman listrik secara massal itu pasti sangat besar. Khususnya yang dialami para pengusaha ikan koi, terhambatnya transaksi jual-beli online, dan berbagai jenis industri di Jabodetabek.

Karena itu, dia mengimbau PT PLN Persero memberikan kompensasi yang adil. “Kalau diganti dengan listrik, maka harus disesuaikan dengan jumlah kerugian setiap pelanggan. Sehingga rakyat yang dirugikan merasa ada keadilan.

“Kalau harus diganti dengan listrik, maka harus memadai, bukan hanya abonemen 10 atau 15 persen sesuai dengan jumlah kerugiannya berapa lama begitu,” pungkasnya.

Soal konpensasi terjadinya pemadaman listrik terhadap konsumen tersebut sudah diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 27 Tahun 2017. Ganti rugi yang diberikan dapat berupa kompensasi pengurangan tagihan listrik kepada konsumen.

Sebelumnya, PT PLN harus membayarkan ganti rugi sebesar Rp 839,88 miliar kepada 21,9 juta pelanggannya akibat mati listrik yang terjadi pada Minggu (4/8/2019) lalu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top