Nasional

Kompak Desak KPK Tuntaskan Korupsi Besar

JAKARTA, Koordinator KOMPAK (Komite Pemantau Angket KPK)) Amin Fahrudin menilai dalam evaluasi perjalanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 15 tahun terakhir ini dinilai kurang memuskan masyarakat. Karena dengan kewenangan yang besar ternyata tidak menjadikan KPK menghasilkan kinerja yang besar.

“Banyak kasus besar yang nilainya ratusan milyar bahkan triliunan rupiah yang KPK tidak berani sentuh. Padahal anggaran penindakan KPK 20 kali lipat lebih besar dari anggaran Kepolisian dan kejaksaan,” demikian Amin dalam keterangannya pada wartawan di Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Kesejahteraan pegawai juga jauh lebih besar. “Kalau penyidik KPK bisa mendapatkan penghasilan Rp 40 juta/bulan, Kepolisian hanya Rp 8 juta/bulan, tapi hasil penindakan KPK jauh di bawah Polisi,” ujarnya.

Dia menyontohkan raibnya kasus-kasus besar seperti BLBI, skandal Bank Century, Pelindo II dan lain-lain membuktikan KPK tidak ada nyali menghadapi koruptor kelas kakap. “Selama ini yang dibidik nilainya kecil, Rp 40 juta, Rp 100 juta, sehingga terkesan hanya mengejar popularitas,” kata Amin lagi.

Karena itu KOMPAK menyatakan sikap:

1. Mendukung Hak Angket KPK yang dilakukan oleh DPR untuk evaluasi kinerja KPK selama 15 tahun terakhir ini

2. Mengevaluasi anggaran KPK karena selama ini tidak seimbang antara penindakan dengan anggaran operasional KPK yang jauh lebih besar dibanding hasil yang disumbangkan kepada negara oleh KPK

3. Revisi UU KPK, karena KPK selama ini melakukan tebang pilih dan tidak bisa diawasi oleh siapapun.

4. Mengusut oknum pimpinan KPK yang diduga terlibat dalam kasus e-KTP dan lain-lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top