Nasional

Komisi III DPR Terima Perwakilan Aksi 212

JAKARTA, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo menegaskan jika segala tuntutan masyarakat akan diakomodir oleh DPR melalui mekanisme yang ada. Untuk kasus Ahok, sejumlah fraksi telah menandatangani hak angket untuk meminta penjelasan terkait status Ahok yang kembali aktif menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Jadi, sudah ada 4 fraksi (Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN) dengan 90 anggota DPR RI yang sudah menandatangani hak angket itu, sehingga tinggal pengesahannya di sidang paripurna DPR dalam waktu dekat ini. Apakah berhasil atau tidak, tentu tergantung pada perkembangan politik di DPR RI,” tegas politisi Golkar itu ketika menerima perwakilan Forum Umat Islam (FUI) yang demo di depan Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (21/2/2017). Bambang didampingi Wakil Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan (FPDIP) dan Mulafchri Harahap (FPAN).

Tuntutan tersebut antara lain meminta MPR/DPR melayangkan surat kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait penonaktifan Ahok. Karena, Ahok dinilai tak pantas menjabat Gubernur DKI dengan status sebagai terdakwa kasus dugaan penodaan agama.

Sementara tuntutan lainnya adalah aparat penegak hukum tidak melakukan kriminalisasi terhadap ulama dan mahasiswa, serta meminta aparat penegak hukum menahan Ahok.

Komisi III DPR menerima perwakilan massa aksi damai 212 yang demo. Aksi tersebut menuntut pemberhentian sementara Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta itu. Sejumlah 20 orang perwakilan hadir dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) di ruang rapat Komisi III DPR.

Di antaranya Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) sekaligus penanggungjawab aksi, Muhammad Al Khatath, Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam, serta sejumlah perwakilan dari berbagai unsur masyarakat.

“Kami fokus untuk mencari keadilan dan penegakan hukum di Indonesia. Mudah-mudahan Komisi III punya kemampuan untuk berfungsi dalam rangka menegakkan keadilan dan hukum di Indonesia ini,” kata Al Khatath.

Sementara itu, Usamah Hisyam membantah jika aksi tersebut bermuatan politik. Aksi 212, kata dia, murni untuk memperjuangkan penegakan hukum. “Salah kalau aksi ini dianggap aksi politik. Kalau aksi politik tidak mungkin saudara-saudara kita datang dari berbagai daerah kemari. Ini bukan aksi politik tapi aksi bela Al Quran,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top