Nasional

Komisi III DPR Desak Aparat Proses Hukum Oknum Pelaku Kekerasan Pada Mahasiwa Unpam

Komisi III DPR Desak Aparat Proses Hukum Oknum Pelaku Kekerasan Pada Mahasiwa Unpam
Anggota Komisi III DPR Fraksi PKB NM Dipo Nusantara/Foto: Dok Suarainvestor

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM–Anggota Komisi III DPR NM Dipo Nusantara mendesak aparat kepolisian memproses hukum semua oknum yang terlibat dalam kasus kekerasan terhadap Mahasiswa Universitas Pamulang. Hal ini karena Indonesia merupakan negara hukum. “Apapun, tidak boleh ada tindak kekerasan terhadap mahasiswa yang sedang menjalankan aktivitas. Kita kita minta aparat menuntaskan kasus tersebut,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Selatan (7/5/2024).

Lebih jauh Politisi PKB itu mengaku optimis bahwa aparat akan bertindak profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Sehingga bisa cepat meredam kasus-kasus kekerasan yang terjadi pada mahasiswa Universitas Pamulang. “Kita berharap cepat selesai,” ucapnya.

Dikatakan Dipo, pihaknya akan terus mencermati dan memberi perhatian pada kasus yang menimpa Mahasiswa Universitas Pamulang.

Sebelumnya, Polisi mengamankan sejumlah orang dalam kasus kekerasan hingga pembacokan terhadap mahasiswa Katolik Universitas Pamulang (Unpam) saat ibadah di Kawasan Babakan, Cisauk, Tangerang. “Yang sudah kami amankan lebih dari seorang,” kata Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alvino, Senin (6/5/2024).

Lebih lanjut Alvino tak memerinci jumlah hingga peran pelaku. Dia hanya mengatakan bahwa saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. “Saat ini masih pemeriksaan dan pendalaman,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, viral di media sosial mahasiswa Katolik Universitas Pamulang (Unpam) mengalami kekerasan hingga pembacokan saat melakukan ibadah.

Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya mengatakan, kasus tersebut bermula saat sekelompok mahasiswa Katolik Unpam melakukan ibadah rosario pada Minggu (5/5/2024) sekitar pukul 21.00 WIB. “Semalam itu, malam Senin sekitar pukul 21.00 WIB ada rekan-rekan umat Kristiani yang sedang mengadakan doa Rosario,” ujarnya kepada wartawan. “Akhirnya sudah diingatkan sama tokoh sekitar, sama RT, untuk bubar ternyata belum bubar juga,” jelasnya.

Seusai diingatkan, kata Dhady, terjadi keributan hingga dilerai warga setempat. Dhady menyebut, pihak-pihak yang berniat melerai juga terkena pukulan.

Saat disinggung terkait adanya dugaan pembacokan, Dhady mengaku masih mendalaminya. Menurutnya, saat ini pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi.***

Penulis   :  Budiana

Editor     :  Budiana

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top