Infrastruktur

Kombatan Beberkan Kesuksesan Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi

BALI-Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan) terus melakukan konsolidasi dan mengawal program Nawacita di berbagai daerah. Karena tujuan utama Nawacita, menjadikan Indonesia sebagai negara kuat dan berwibawa. “Nawacita lahir di tengah-tengah krisis mentalitas yang menerpa bangsa Indonesia,” kata Bendahara Umum Kombatan Fajar Lase usai melantik Pengurus DPW Kombatan Bali, Jumat (16/2/2018).

Oleh karena itu, kata Fajar, Kombatan meminta para relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berbasis nasionalis kembali mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia dan khususnya Bali agar lebih jeli dalam mengevaluasi kinerja Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Fajar menggarisbawahi pentingnya kehadiran Kombatan di tengah-tengah konsep Nawacita. Indonesia secara politik harus berdaulat, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam budaya.

Fajar pun teringat sosok Jokowi yang dulunya hanya rakyat biasa lalu muncul sebagai tokoh penting dalam pembangunan bangsa.

Jokowi, kata Fajar berhasil menorehkan sejarah dan mendapatkan tempat di hati kalangan wong cilik. “Jokowi sebagai sosok sederhana dari kalangan masyarakat biasa lalu muncul sebagai tokoh penting di Indonesia. Dia mengubah Solo menjadi lebih baik, begitu pula saat memimpin Jakarta,” tukasnya.

Di bawah kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta itu, lanjut Bendum Kombatan ini, pembangunan infrastruktur di Tanah Air berjalan masif. Dengan berpegang pada Nawacita, Presiden Jokowi telah membangun 52 bendungan dari Sabang sampai Merauke dan puluhan pelabuhan di daerah yang tak terpikirkan selama ini. “Belum lagi infrastruktur rel kereta api di Sulawesi, jalan tol di Sumatera bahkan pembangunan di daerah perbatasan Kalimantan, Nusa Tenggara hingga Papua. Tujuannya apa? Tujuannya untuk mengangkat harkat dan martabat orang Indonesia di perbatasan. Siapa yang pernah berpikir di Papua harga bensin yang tadinya 100 ribu bisa disamakan dengan Pulau Jawa dan Sumatra. Hanya Jokowi yang berani mengambil terobosan itu,” tutur Fajar.

Pada kesempatan tersebut Fajar mengkritik Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia Zadid Taqwa yang memberikan kartu kuning kepada Jokowi saat acara dies natalies di Kampus UI Depok beberapa waktu lalu.

Menurut Fajar, seorang intelektual seharusnya menggali informasi dan melakukan telaah lebih dalam sebelum melontarkan opini dan kritikan.

Fajar juga mengingatkan seluruh kader Kombatan agar tetap waspada dan tidak jumawa atas keberhasilan kinerja Jokowi. Kombatan, kata dia, harus berani menjadi garda terdepan dalam melawan berita-berita keliru yang bertujuan mendiskreditkan Jokowi pada Pemilihan Presiden 2019. “Tahun politik rentan dimanfaatkan para lawan politik untuk menjatuhkan Jokowi. Segala macam cara dipakai untuk menjatuhkan Jokowi,” tambahnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top