Nasional

Koalisi Dini Ancam Kepentingan Rakyat

MALANG-Ketua MPR RI Zulkifli Hasan berpendapat belum saatnya partai-partai politik membangun koalisi untuk menghadapi Pemilu Presiden 2019. Dia mengaku khawatir apabila partai politik koalisi dibangun terlalu dini akan terbentuk polarisasi pada kepentingan politiknya maka kepentingan rakyat akan terbengkalai.

“Kalau koalisi Pilpres masih jauh Belanda- nya. Marah nanti rakyat,” kata Zulkifli Hasan usai Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kota Malang, Jawa Tinur, Jumat (28/7/2017).

Pemilu Serantak 2019 sendiri direncanakan akan digelar pada 17 April 2019 atau masih menyisakan waktu sekitar 1,5 tahun lagi sejak saat ini. Untuk itu, menurut Zulkifli sebaiknya energi partai politik yang memiliki wakilnya baik di kabinet pemerintahan, di DPR, kepala daerah maupun DPRD untuk fokus pada program pembangunan.

“Kita fokus saja pada rakyat kita yang masih susah. Biarkan pemerintah menjalankan tugasnya dengan baik sehingga infrastruktur bisa terbangun, harga-harga tidak melambung tinggi, rakyat yang susah dan menurun pendapatannya bagaimana meningkat lagi. Saudara-saudara kita yang belum bisa bekerja bagaimana bisa parlemen mendorong pemerintah agar pertunbuhan ekonominya lebih bagus sehingga bisa bekerja,” kata Zulkifli Hasan yang juga Ketua umum Patlrtai Amanat Nasional (PAN).

Soal sikap partainya sendiri, Zulkifli mengatakan PAN menganggap komunikasi antar pimpinan parpol penting seperti yang dilakukan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat, Suso Bambang Yudhoyono (SBY). Tapi, pertemuan yang dilakukan sebaiknya dibatasi pada pembicaraan mencari solusi dari beragam masalah yabg dihadapi bangsa ini.

“Itulah yang kita harap. Boleh kita berbeda partai poltik tapi silaturahmi jalan terus. Dengan pertemuan tokoh itu saya kira rakyat kita akan menjadi sejuk. Timbul optimisnya bahwa meski berbeda -beda tapi kita tetap satu keluarga besar Indonesia. Jangan saling bermusuhan karena mendukung calon pilkada yang berbeda,” ujarnya.

Dia menegaskan berbeda visi dan perjuangan dalam parpol adalah biasa tetaoi mrnghargai perbedaan haruslah di kedepankan. “Saya katakan beda dalam pilkada, beda dalam perjuangan. Itu biasa dalam demokrasi tapi sulaturahmi itu penting. Karena kita dididik oleh para pendiri kita untuk menghargai perbedaan. Jadi kami apresiasi,” imbuhnya.

Zulkifli berencana melalui kelembagaan negara, MPR bisa mengambil peran untuk merajut komunikasi politik antar semua bangsa. Ia sangat berharap bisa mempertemukan SBY dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Saya berharap nanti MPR di acara ulang tahunnya, pertama malamnya doa bersama. Saya ingin sekali ngundang Pak SBY, Bu Megawati, kemudian Pak Prabowo, Pak Ical dan semua para ulama dan tokoh agama. Kemudian ada gerak jalan bersama. Kalau para tokoh itu bisa bersama-sama alangkah bahagianya rakyat Indonesia,” tegasnya.(nto)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top