Nasional

KH. Ma’ruf Amin Ajak Dakwahkan Islam Wasathiyah

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Wakil Presiden terpilih KH. Ma’ruf Amin mengatakan soal cara berpikir Islam wasatiyah, moderat yang menjadi rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil alamin), dakwahnya adalah sukarela, ikhlas, kemajemukan, dan tanpa paksaan.

“Dakwah yang membangun mawadah warohmah, itu tidak saling membenci dan saling bermusuhan. Itulah kenapa ulama membangun paradigma ukhuwah Islamiyah,” demikian Ketua Umum MUI itu dalam acara halalbihalal Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang ke-47 tahun.

Dalam konteks kebangsaan, menurut mantan Rais Aam PBNU itu, Islam menerima Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara kesepakatan (darul mitsaq), karena Indonesia negara yang majemuk.

“Dalam konteks kebangsaan kita, Islam wasatiyah itulah yang kemudian bisa menerima Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara bersama karena memang Indonesia ini bukan hanya kita, tapi Indonesia ini berkita-kita. Jadi, bukan hanya satu ‘kita’. Karena itu, Indonesia itu adalah ‘berkita-kita’, majemuk,” kata Ma’ruf.

Menurut Ma’ruf, Pancasila dan UUD 1945 adalah titik temu kesepakatan nasional. Ia juga menyinggung soal khilafah yang tertolak di Indonesia.

“Karena Islam bukan hanya khilafah, juga ada kerajaan, buktinya Saudi Arabia. Keamiran juga Islami. Republik juga Islami, (seperti) Indonesia, Mesir, Turki. Jadi, kalau soal keislaman semua Islami,” ungkapnya.

“Makanya, kenapa khilafah ditolak di Indonesia, saya bilang bukan ditolak, tapi tertolak. Karena menyalahi kesepakatan. Sehingga saya mengajak hadirin untuk kembali kepada prinsip dan gerakan Islami sesuai Islam wasatiyah,” tambahnya.

Dengan demikian, Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang wasatiyah. “Maka kita halalbihalal ini marilah dalam bernegara ini kembali kepada prinsip cara berpikir maupun gerakan Islam seperti ciri-ciri Islam wasatiyah,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top