Nasional

Ketua MPR: Indonesia Tak akan Pernah Maju Tanpa Pancasila

JAKARTA, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menegaskan Indonesia tak akan pernah maju jika tidak menegakkan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Karena itu 4 pilar berbangsa dan bernegara ini harus menjadi pandangan, pegangan dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Tanpa Pancasila, dan kita masih terus mempersoalkan SARA, padahal sudah 72 tahun merdeka dan 20 tahun reformasi, maka Indonesia tak akan pernah maju,” tegas Ketum PAN itu saat menerima para ‘Motivator’ di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (21/12/2017).

Hadir antara lain anggota Komisi X DPR RI FPAN Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, Sekjen MPR RI Ma’ruf Cahyono, dan lain-lain.

Karena itu Zulkifli yakin hanya satu-satunya jalan untuk Indonesia maju dan mampu bersaing di kancah global hanya dengan Pancasila, UU NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Zulkifli mengakui saat ini banyak kemajuan pembangunan yang dicapai. Seperti otonomi daerah, perimbangan keuangan pusat dan daerah, infrastruktur dari Aceh, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan sampai Papua, dan bandara sudah banyak yang bagus. Juga banyak orang yang semula bukan siapa-siapa, saat ini menjadi pejabat.

“Saya menjadi Ketua MPR RI, Pak Jokowi dari pedagang mebel kini menjadi Presiden RI, Eko Patrio jadi anggota DPR, dan lain-lain. Semua ini berkat reformasi. Tanpa reformasi tak mungkin saya bisa duduk di MPR RI. Jadi, saya sebagai muslim sangat bersyukur atas kemajuan ini,” ujarnya.

Memang kata dia, masih ada kekurangan. Seperti kesenjangan, korupsi dan yang paling berbahaya adalah ketidakpercayaan antar kelompok masyarakat (distrust), sehingga kepentingan kelompok makin menguat.

“Kebhinnekaan mulai memudar, saling hujat, sebar hoax, dan sebagainya. Padahal, pada 72 tahun masalah itu sudah selesai dan semua pendiri bangsa ini sepakat bahwa Indonesia ini bhinneka tunggal ika. Maka yang tidak sama tak perlu disamakan,” jelasnya.

Para pendiri bangsa ini menurut Zulkifli, sangat memahami kondisi bangsa Indonesia yang sangat beragam ini, dan inilah yang justru akan menjadi kekuatan. “Jadi, ego kelompok muncul lagi ini menjadikans banyak kepala daerah dan anggota legislatif mempunyai orientasi yang berbeda-beda, dan konsekuensinya selama satu bulan ada 6 pejabat yang ditangkap KPK,” katanya prihatin.

Dengan demikian pemahaman, kesadaran dan pengamalan terhadap 4 pilar ini harus terus ditingkatkan. Zulkifli mengibaratkan 4 pilar itu sebagai vitamin atas daya tubuh yang kuat. “Kalau daya tahan tubuhnya kuat, maka pengaruh penyakit apapun dari luar tak akan membuat badan sakit,” ungkapnya.

Hanya saja MPR RI sendirian, sehingga tak mungkin berhasil. Sebagai gerakan bagus, tapi untuk keberhasilan sosialiasi 4 pilar itu sulit tanpa melibatkan institusi pemerintah yang lain. Untuk itu lahir Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) yang dipimpin oleh Yudi Latief. “Jadi, sistem apapun tak ada yang cocok dengan Indonesia, kecuali Pancasila,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top