Nasional

Ketua Komisi I DPR Desak Tangkap Separatis Pembunuh TNI

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari menyatakan keprihatinan dan mengutuk tindakan biadab gerakan separatis bersenjata (GSB) yang menunggangi aksi massa di Deiyai, Papua, sehingga satu anggota TNI gugur dan enam anggota Polri  terluka, akibat panah dan bacokan saat mengawal demo tersebut.

“Sebagai Ketua Komisi I DPR RI  menyatakan berbela sungkawa kepada semua  keluarga prajurit TNI/Polri yang gugur dan terluka, karenanya hukum harus ditegakkan dan pelakunya ditangkap berikut aktor intelektual separatis  tersebut. Jangan ada sejengkalpun tanah Indonesia yang di bawah kendali GSB dengan bertindak keji terhadap prajurit dan rakyat  Indonesia,” kata Abdul Kharis dalam keterangannya, Kamis (29/8/2019).

Ia meyakini TNI/Polri dan BIN sudah mempunyai data dan informasi intelijen terkait kasus tersebut sehingga DPR yakin dapat menganalisis situasi dan kondisi di lapangan untuk mengambil langkah-langkah dan tindakan lain yang diperlukan.

“Ini bukan lagi soal kelompok kriminal, ini menciderai kedaulatan NKRI, bahwa setiap jengkal tanah Republik ini harus aman dari setiap rongrongan kelompok separatis. Pemerintah harus menjadikan krisis Papua ini sebagai prioritas yang harus segera ditangani,” ujarnya.

Menurut Abdul Kharis, sikap tegas TNI/Polri sudah mendesak sebelum jatuh korban yang semakin banyak lagi. Masalah-masalah lain juga penting, tapi tidak mendesak. Sebab, jika gagal menangani krisis Papua bisa jadi akan membawa negara ini ke arah perpecahan dan desintegrasi yang merembet ke mana-mana.

Dikatakan, keberingasan gerakan separatis itu seharusnya membuka mata dunia agar proporsional melihat kasus Papua ini. “Jangan sampai kita menyia-nyiakan pengorbanan nyawa, darah, keringat dan air mata yang sejak berpuluh puluh tahun lamanya tumpah di sana. Terutama pengorbanan para pahlawan yang berguguran dalam merebut dan mempertahankan kedaulatan Indoensia di Papua,” katanya.

Namun demikian, betapapun beringasnya kelompok GSB menunggangi demonstrasi dan merebut senjata aparat selama ini jelas bertujuan merongrong keamanan dan membuat kekacauan. Meski, SOP (standar operasional) sudah dijalankan oleh TNI/Polri dalam menangani demonstrasi,  dunia internasional juga harus membuka mata dan melihat persoalan Papua ini lebih obyektif.

“Dengan kebiadaban GSB itu, kita berharap peran diplomasi terkait masalah Papua juga penting untuk ditingkatkan. NKRI dan seluruh tanah air dari ujung timur sampai barat adalah wilayah kedaulatan RI yang wajib dihormati semua negara. Jangan sampai ada intervensi dalam masalah dalam negeri Indonesia,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top