Nasional

Ketua DPR Terkejut Teroris Bisa Sewa Rumah Mahal

JAKARTA- Ketua DPR RI Setya Novanto mengaku terkejut dengan penangkapan kembali terduga teroris oleh Satuan Densus 88, Jumat (11/8).

Yang membuat Novanto terkejut adalah kemampun teroris yang bisa menyewa rumah dengan sewa yang tergolong tinggi sebesar Rp 35 juta.

“Kali ini, penangkapan terhadap terduga teroris cukup mengejutkan. Tidak tanggung-tanggung, kabarnya rumah tersebut disewa dengan harga 35 juta setahun. Hal ini menunjukkan bahwa sel-sel teroris memang telah menyentuh semua level masyarakat,” kata Setya Novanto di Jakarta, Jumat (11/8).

Menurutnya, penangkapan terduga teroris yang menempati sebuah rumah di daerah perumahan yang berlokasi di Tangerang Selatan dengan sewa mahal itu, bisa menjadi indikasi bahwa teroris tidak hanya dari kalangan biasa, tetapi juga dari kalangan menengah hingga atas.

“Teroris bukan hanya sekedar persoalan ekonomi, tapi juga persoalan ideologi,” kata Novanto.

Ketua umum Partai Golkar ini mengapresiasi aksi sigap aparat keamanan dalam menjalankan tugasnya secara responsif. “Mereka seolah tidak pernah tidur dan selalu bersiaga 24 jam untuk menjaga keamanan dan kenyamanan kita, Rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Kendati demikian, Novanto meminta semua pihak tidak lengah meski aparat keamanan secara intensif memantau pergerakan jaringan teroris. “Kita berharap berbagai kebijakan yang sifatnya preventif dan terfokus pada tindakan pencegahan harus gencar dilakukan,” ujarnya.

Penangkapan terduga teroris kali ini, menurut Novanto sepatutnya membuat masyarakat sadar bahwa terorisme bukan semata persoalan pidana dan ekonomi semata, namun juga cara pandang, paradigma dan ideologi dalam memandang fenomena sosial-kemasyarakatan.

“Karena itu, saya meminta kepada seluruh pemangku kebijakan, khususnya DPR dan Pemerintah untuk menggalakkan aksi-aksi pencegahan,” katanya.

Masyarakat tidak lagi bisa menunggu kejadian teror berlangsung di depan mata, lalu ditindak. “Kita perlu menggalakkan kinerja lembaga-lembaga sosial masyarakat maupun lembaga yang berada di bawah naungan pemerintah untuk gencar melakukan program-program deradikalisasi,” kata Novanto.

Berdasarkan informasi pihak kepolisian, terduga teroris ini merupakan salah satu penyandang dana. Dengan demikian, sudah pada tempatnya untuk mendukung aktivitas seluruh instrumen negara dalam melihat tindak-tanduk pelaku teror, baik terhadap jaringan ideologi yang tersalurkan melalui media sosial, media komunikasi teknologi informasi (TI), hingga lalu lintas dana yang mengalir kepada pihak-pihak yang ditengarai dimanfaatkan untuk mendukung aksi terorisme.

“Saya meminta kepada DPR untuk segera merampungkan RUU Terorisme di masa sidang yang akan datang. Melalui UU yang baru dan update, kita mampu merespons pola-pola non-konvensional yang dilakukan oleh mereka yang terlibat dalam aksi teror. Melalui UU ini pula kita mampu menutupi berbagai celah yang bisa dimanfaatkan oleh para teroris,” tegasnya.

Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkap seorang terduga teroris berinisial SPT (39) di Perumahan Cluster Melia Grove, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Jumat (11/8/2017).

SP diduga kuat sebagai penggalang dana kepada orang-orang yang berangkat ke Filipina dan Suriah. SP merupakan orang yang memberangkatkan warga negara Indonesia untuk bergabung dengan kelompok ISIS.(nto)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top