Nasional

Ketua DPR Mendukung Revisi UU Pemilu Serentak

JAKARTA, Setelah merasakan rumit dan melelahkannya pelaksanaan pemilu serentak 2019 ini, maka Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendukung perlunya revisi UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu), untuk disenyempurnakan aturannya agar lebih efektif dan efisien, serta tidak menelan banyak korban jiwa.

Demikian disampaikan politisi Golkar itu, Kamis (25/4/2019). Dimana sebanyak 139 petugas KPPS, TPS dan kepolisian meninggal dunia akibat kelelahan dalam mengawal proses pemilu serentak 17 April 2019 tersebut.

Menurut Bamsoet salah satu poin yang perlu direvisi antara lain terkait mengembalikan aturan pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres), yang tidak perlu dilakukan secara bersamaan.

“Jadi, saya setuju untuk merevisi UU Pemilu itu. Pileg seperti DPR RI, DPD RI, DPRD dan Pilpres terpisah dan waktu masa kampanye maksimal tiga bulan,” ujarnya.

Selain itu, ada beberapa kelemahan dalam pelaksanaan pemilu serentak ini. Misalnya terlalu rumit dan mempersulit pemilih dalam menentukan pilihannya akibat banyaknya lembaran dan penomoran yang harus dipilih.

“Pemilu serentak ini juga menyebabkan beban kerja penyelenggara pemilu seperti Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) semakin besar,” ungkap Bamsoet.

Sehingga, beban kerja yang besar itu, mengakibatkan 139 dan ratusan anggota KPPS, petugas di TPS dan kepolisian yang meninggal dunia dan dirawat di rumah sakit setelah pemungutan suara. “Pada prinsipnya pemilu serentak ini rumit, mempersulit pemilih terutama yang ada di desa-desa, dan melelahkan petugas,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top