Nasional

Ketua DPR Ingatkan Pentingnya Perbaikan Ekonomi

JAKARTA, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto berharap pertumbuhan ekonomi di republik ini harus berjalan seiring dengan kemampuan untuk bersaing. Yaitu, pertumbuhan ekonomi harus dibarengi dengan peningkatan daya saing.

Sebab kata Novanto dalam sidang paripurna DPR RI di Gedung DPR RI Jakarta, pada Kamis (15/12/2016), saat ini Indonesia sudah masuk dalam pasar bebas. Dimana dalam kondisi seperti itu, kemampuan bersaing dengan produk/jasa sejenis dari negara lain harus diantisipasi agar kita tetap bisa eksis. “Ini kian penting karena Indonesia adalah Masyarakat Ekonomi Asean,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Novanto mengaku bangga dengan kinerja pemerintahan Jokowi-JK. Sebab, dalam kondisi perekonomian dunia yang kurang menggembirakan, Indonesia masih bisa meraih pertumbuhan ekonomi pada tingkat 5 hingga 5,1 %.

“Kita bersyukur pemerintahan Pak Jokowi, di tengah-tengah tekanan ekonomi asing, Indonesia masih bisa berpacu meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Pada 2016 ini kita bisa pada kisaran 5 sampai 5,1 persen. Pertumbuhan ekonomi kita tahun 2016 ini lebih baik dibanding tahun lalu hanya 4,70 persen,” tambah Novanto.

Indonesia menurut Ketua Umum Golkar itu, adalah sebagai salah satu negara yang mengalami pertumbungan tingkat ekonomi tertinggi di dunia setelah Cina dan India.

Pembangunan infrastruktur yang dijalankan pemerintah saat ini, jelas Novanto, telah memberikan dampak positif bagi daerah sekitar. Tentunya dengan adanya pembangunan infrastruktur tersebut ekonomi masyarakat ikut bergerak positif dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Pemerintahan Jokowi melakukan prioritas pembangunan pada bidang infrastruktur. Ini telah menciptakan multiplayer efek,” ungkapnya.

Untuk itu anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun berharap perekonomian republik ini pada tahun 2017 dapat lebih baik lagi. Setidaknya ekonomi Indonesia berada pada tatanan yang stabil. “Penting adanya stabilisasi,” kata Misbakhun.

Politisi Golkar itu berharap agar inflasi yang terjadi pada tahun 2017 nanti tidak melebihi apa yang terjadi pada 2016. Hal tersebut diyakini akan memberi dampak pada keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. “Inflasi kita harap tetap pada kisaran 4 persen,” jelas Misbakhun.

Demikian pula dengan nilai tukar rupiah terhadap mata uang utama dunia. Misbakhun berharap nilai tukar rupiah tidak lagi mengalami tekanan. Sehingga proyek-proyek yang sedang dijalankan tidak mengalami gangguan akibat lonjakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. “Nilai tukar itu harus dijaga pada kisaran Rp 13,100 setiap satu dollar Amerika,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top