Nasional

Ketua DPR Desak Pemerintah Sikapi Pembocoran Data oleh Lion Air

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), agar serius dan meminta pertanggungjawaban Manajemen Lion Air terkait kasus pembocoran dan penyebarluasan data pribadi puluhan juta penumpang, khususnya Warga Negara Indonesia (WNI) itu.

“Pembocoran data pribadi itu tak bisa  dibenarkan, juga tidak etis. Kasus ini harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, karena data pribadi puluhan juta WNI itu telah dikuasai atau disimpan pihak asing,” tegas Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (19/9/2019).

Kasus pembocoran data itu akhir-akhir ini bocor dan diunggah ke forum online (daring). Data itu seperti paspor, alamat, dan nomor telepon penumpang. Semua data tersebut disimpan Amazon Web Services (AWS).

Menurut politisi Golkar itu, pembocoran itu berpotensi disalahgunakan pihak lain tanpa persetujuan yang bersangkutan. Artinya, puluhan juta WNI tersebut berpotensi dirugikan oleh pihak yang menguasai data itu.

Karena itu lanjut Bamsoet, pemerintah harus menyikapi kasus ini secara serius, sebagai pelaksanaan kewajiban negara melindungi semua WNI. Meski belum ada ketentuan khusus yang mengatur perlindungan data pribadi, namun Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), khususnya pasal 26 mensyaratkan bahwa penggunaan setiap data pribadi untuk media elektronik harus disetujui pemilik data.

Kalau tidak, Lion Air dan AWS bisa digugat, karena melanggar ketentuan UU ITE. Selain itu, juga melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik  juga mengatur soal perlindungan data pribadi dalam sistem elektronik.

“Jadi, pemeirntah harus menyikapi kasus ini dengan serius, untuk melindungi data pribadi dari kemungkinan penggunaan tanpa izin,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top