Nasional

Ketua DPR Bicara Ekonomi yang Adil di Pertemuan G-20

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Di tengah ketegangan perang dagang Antar negara2 besar, semmakin dituntut tata perdagangan dunia yang terbuka dan adil. Ketua DPR RI Puan Maharani dalam IPU G20 akan menyampaikan pandangan Indonesia terkait dengan morma perdagangan dunia yang adil dan terbuka.

IPU G20 tokyo membahas dalam 3 sesi mengenai tatanan perdagangan, inovasi teknologi, dan perkembangan SDGs.

Indonesia mendapatkan kesempatan menyampaikan pandangannya sebagai keynote speaker pada sesi SDGs dan memberikan catatan intervensi pada sesi lainnya.

pandangan Indonesia yg disampaikan olehvKetua DPR RI Puan Maharani, bahwa perdagangan bebas harus berpedan pada kepentingan rakyat, inovasibteknologi memberikan akses yg luas bagisbsetiap negara, setiap masyarakat, untuk memajukan SDM dan Ekonomi, serta Komitment SDGs harus sejalan dalam membangun kapasitas bersama dalam bidang sosial, politik, ekonomi, dan budaya yg seimbang sehingga memberikan manfaat bagi semua pihak.

Puan Maharani dijadwalkan akan memberikan presentasi di depan para ketua parlemen negara-negara G-20 itu pada 4 November 2019. “Perdagangan internasional harus bisa diakses oleh semua pihak, termasuk oleh negara maju maupun negara berkembang, perusahaan besar, atau usaha kecil menengah (UMKM). Sistem perdagangan global yang inklusif harus dapat menjamin bahwa setiap orang mendapat manfaat dari perdagangan internasional,”tutur Puan yang saat ini sudah berada di Tokyo untuk mengikuti pertemuan-pertemuan pendahuluan.

G20 Parliamentary Speaker’s Summit memberikan kesempatan bagi Ketua Parlemen negara G20 untuk bertukar pikiran tentang upaya yang telah dilakukan guna meningkatkan kerja sama internasional dalam menanggulangi tantangan yang dihadapi masyarakat.

Dalam pertemuan itu, ketua DPR RI Puan akan memimpin salah satu sesi yang membahas tema pembangunan social berkelanjutan. Puan akan membawakan makalah berjudul: “Efforts towards Resolution of Global Challenges and Achievements of the SDGs (Financing for Development, Need for Transparent and Effective Government. “DPR RI telah membetuk Panja Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Pengalaman-pengalam kita akan saya share di depan para pemimpin parlemen negara-negara maju yang tergabung dalam G-20,”ujarnya.

Menurut Puan, DPR RI telah menyelenggarakan the World Parliamentary Forum on Sustainable Development (WPFSD) selama 3 tahun berturut-turut. “Kita mendorong parlemen negara-negara di dunia untuk terlibat aktif dalam kesuksesan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” jelas Puan.

Kepala Staf Organization of Economic Cooperation and Development (OECD) Gabriela Ramos pada Senin (4/11/2019) menemui Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti di Kompleks DPD/MPR RI Senayan Jakarta, untuk membicarakan peningkatan hubungan organisasinya dengan Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Gabriela Ramos katakan Sekjen OECD José Ángel Gurría dengan senang hati ingin menerima Ketua DPD RI di Paris guna membicarakan berbagai hal yang bertalian dengan perlunya peningkatan hubungan antara negara-negara anggota OECD dan Indonesia, mengingat semakin besarnya peran dan kapasitas Indonesia dalam hubungan antarbangsa.

Menurut Gabriela Ramos bahwa pentingnya Indonesia bagi OECD dapat dilihat dari kenyataan bahwa untuk kawasan ini OECD hanya memiliki kantor perwakilan di Jakarta. Kantor OECD di tempat lain hanya ada di China, Amerika Serikat, Jerman dan Meksiko, katanya. Jadi, Indonesia “penting bagi kami,” ujarnya.

Pejabat senior OECD itu menilai potensi ekonomi Indonesia sangat besar. Karena itu OECD pun memberikan perhatian yang besar terhadap perlunya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan melibatkan sebanyak mungkin masyarakat di berbagai daerah agar dapat mempercepat pemerataan hasil pembangunan.

Sementara itu Ketua DPD Lanyalla Mattaliti mengatakan, hal itu sejalan dengan agenda OECD untuk meningkatkan pemerataan maka Indonesia pun memberikan perhatian besar pada peningkatan ekonomi di daerah-daerah dan pengembangan kualitas sumberdaya manusia termasuk melalui pendidikan kejuruan yang semakin diperluas.

Karena itu, Lanayalla mengimbau agar pelaku ekonomi di negara-negara OECD dapat meningkatkan interaksi bisnis, investasi dan perdagangan dengan pelaku usaha di daerah-daerah di Indonesia, termasuk UMKM, mengingat strategi Otonomi Daerah yang kini dijalankan memungkinkan terjadinya perluasan hubungan demikian.

Secara khusus Ketua DPD RI itu menjelasan peluang investasi dan perdagangan terbuka lebar di berbagai daerah di Indonesia untuk digarap oleh pebisnis dari negara-negara OECD, termasuk di bidang kemaritiman, pertanian modern, energi, dan industri-industri kreatif.

Untuk itu Lanyalla berpesan kepada pimpinan OECD tersebut agar jangan lagi ada hambatan tarif dan hambatan non-tarif yang diberlakukan di negara-negara OECD terhadap produk-produk Indonesia yang masuk ke sana.

Tak lupa pula Lanyalla mengajak para investor dari negara-negara OECD untuk berinvestasi dalam bidang infrastruktur untuk menunjang pembangunan di berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu Lanyalla mengingatkan pimpinan OECD itu bahwa Indonesia sudah memberikan fasilitas bebas visa kepada negara-negara OECD namun perlakuan seperti itu sampai sekarang belum diberikan kepada warga Indonesia yang masuk ke negara-negara tersebut.

Lanyalla juga memberitahukan kepada Gabriela Ramos bahwa ia akan menghadiri pertemuan konsultasi pimpinan parlemen MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea, Turki, Australia) yang akan diadakan di Kota Meksiko pada 7-8 November 2019.

Lanyalla akan memimpin rapat sesi kedua pertemuan konsultasi pimpinan parlemen MIKTA tersebut dimana ia akan membahas tentang perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia dan peluang bagi pelaku ekonomi di negara-negara MIKTA lainnya untuk berbisnis di 34 provinsi Indonesia.

Gabriela Ramos yang merupakan warga Meksiko dan mantan pejabat tinggi di negara itu menyambut kabar itu dengan gembira dan berpesan agar Ketua DPD menyampaikan salamnya sebagai warga Meksiko yang sudah lama bertugas di luar negeri, kepada Ketua Senat dan Ketua DPR Meksiko.

Ketika berbicara tentang perlunya peningkatan peran kaum perempuan, sebagaimana yang diadvokasi oleh OECD, Ketua DPD jelaskan bahwa Indonesia sudah lama meningkatkan peran kaum perempuan dalam berbagai bidang.

Ketua DPR juga perempuan, Presiden ke-5 RI juga perempuan, di DPD dan DPR juga ada banyak wakil perempuan, bahkan di Kabinet juga banyak menteri perempuan, jelas Lanyalla Mattalitti.

Mendengar pengungkapan itu, sambil tertawa Gabriela langsung bercanda, “Wah itu menakutkan kaum pria. Tapi sebagai organisasi, kami ingin meningkatkan hubungan dengan DPD RI sebab Anda adalah bagian dari pembuat undang-undang. Dan kita dapat bekerjasama.”

Mengakhiri pertemuan, Lanyalla memberikan beberapa buku OECD yang berisi hasil kerjanya tentang Indonesia; juga satu buah flash disk berisi data-data ekonomi dari negara-negara OECD serta survei-survei terkini. Gabriela memgatakan ia akan memberikan akses penuh kepada DPD RI untuk mengambil data-data penting dari OECD.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top