Nasional

Ketidakpastian Status Kerja Pilot Menjadi Perhatian DPR

JAKARTA – Komisi IX DPR RI hari ini, Senin (25/4/2017) menerima Ikatan Pilot Indonesia (IPI) di ruang rapat Komisi IX, Gedung Nusantra I DPR RI, Senayan, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, IPI menyampaikan mengenai permasalahan status kerja pilot di seluruh Indonesia yang masih berstatus kontrak.

“Kami sudah menerima dan mendengar masukkan para pilot, mengenai kontrak kerjanya selama 20 tahun dan denda pinalty 1 juta dollar US apabila keluar sebelum masa kerja habis. Hal ini akan kita teruskan saat raker dengan Kementerian Ketenagakerjaan,” kata Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf Macan Efendi di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Menurut politisi Demokrat ini, kalau merujuk pada Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, jelas hal itu melanggar UU, sebab pekerja inti di dalam undang-undang harus diangkat menjadi pegawai tetap jika sudah bekerja lebih dari 3 tahun.

“Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) tidak dibolehkan untuk pekerja inti. Lebih dari 2 atau 3 tahun harus diangkat menjadi pegawai tetap. Selain dengan Kemnaker kita juga akan panggil Kementerian Perhubungan, untuk mendapat penjelasan,” ujarnya.

Dikatakan, PKWTT yang diberlakukan kepada hampir 60 persen pilot di Indonesia sangat berdampak pada psikis para pilot, karena mereka terpaksa bekerja karena ada ancaman 1 juta dollar US dan karena status kontrak mereka khawatir diberhentikan kapan saja.

“Maka dari itu kami akan mendalami hal ini, dari denda pinalti yang besar, biaya pendidikan, hak-haknya serta kewajibanya. Sebab Investasi terbesar dari sebuah perusahaan penerbangan itu bukan hanya pesawat saja tetapi si penerbang karena dia menjalankan alat yang jutaan dolar yang berisi manusaia, mereka perlu mendapat suatu kelayakan,” katanya.

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, salah satu perwakilan dari IPI Kukuh Bambang W mengatakan terkait permasalahan ini, pihaknya sudah meminta tidak lanjut dari Kementerian Ketenagakerjaan, namun belum ada tindakan spesifik.

“Sementara skala kerja kontrak kami dan ancaman pienalty 1 juta dollar US berjalan terus. Maka dari itu kami ke sini mengadu dan berharap dari pertemuan ini mendapat kepastian status kerja,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top