Perbankan

Kemenkeu Targetkan Hibah Indonesia Untuk Negara Lain Rp413 Miliar Pada 2024

Kemenkeu Targetkan Hibah Indonesia Untuk Negara Lain Rp413 Miliar Pada 2024
Kantor Kemenkeu/Sumber Foto: dok Kemenkeu

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COMKementerian Keuangan (Kemenkeu) menargertkan realisasi penyaluran hibah dari Pemerintah Indonesia ke negara lain, termasuk Palestina, sebesar Rp413 miliar pada 2024. Hal itu dikarenakan adanya program baru untuk pemberian beasiswa melalui The Indonesian Aid Scholarship (TIAS) dengan alokasi dana sejumlah Rp106,36 miliar. “Untuk 2024, target kami untuk penyaluran hibah adalah sebesar Rp413 miliar. Terjadi peningkatan yang cukup besar, yakni sebesar Rp166,6 miliar atau 66,8 persen (dibandingkan tahun sebelumnya),” kata Direktur Utama Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Tormarbulang Lumbantobing di Jakarta, Selasa, (11/6/2024).

Menurut Tormarbulang, Program TIAS tersebut diharapkan dapat menjadi media untuk membangun hubungan baik dengan negara lain, sekaligus mempromosikan budaya Indonesia. Pihaknya juga akan memberikan bantuan di bidang kesehatan sebesar Rp82,76 miliar untuk modernisasi ICU di Port Moresby Hospital yang menjadi rumah sakit rujukan nasional di Papua Nugini, dukungan vaksinasi, serta penanggulangan AIDS, tuberkulosis, dan malaria. “Di samping itu, rencana penyaluran hibah tahun 2024 juga termasuk bantuan untuk masyarakat Palestina yang terdampak konflik bersenjata akhir-akhir ini, dan juga dukungan rehabilitasi fisik untuk disabilitas di Afganistan dan Myanmar,” ujar Tormarbulang.

Dikatakan Tormarbulang, bahwa dana kemanusiaan yang dipersiapkan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Palestina, Afganistan, dan Myanmar tersebut mencapai Rp99,54 miliar. Pihaknya juga menyalurkan hibah pada sektor pertanian untuk mendukung pelatihan bagi para petani pedesaan di Fiji, Gambia, dan Tanzania sebesar Rp69,46 miliar.

Selain itu, terdapat pula hibah pada sektor pendidikan dan pelatihan sejumlah Rp55,16 miliar untuk dukungan keketuaan Laos dalam ASEAN Finance Process serta pelatihan terkait perikanan, akuntansi, pengelolaan komoditas berkelanjutan, dan pengembangan inseminasi buatan untuk negara-negara Afrika. Terkait realisasi hibah, Tormarbulang menuturkan bahwa hingga Mei 2024, dana hibah yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp30,05 miliar atau 7,27 persen dari target.

Realisasi tersebut antara lain digunakan untuk pemberian vaksin polio sebanyak 10 juta dosis melalui kerja sama dengan UNICEF untuk anak-anak di Afganistan sebesar Rp17,21 miliar. LDKPI juga telah menyalurkan Rp6,53 miliar untuk mendukung keketuaan Laos pada ASEAN Finance Process, Rp5,14 miliar untuk pelatihan diversifikasi produk olahan kelapa di berbagai negara kawasan Karibia, serta Rp1,18 miliar untuk pendidikan diplomat muda Fiji, Vanuatu, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon. “Dalam waktu dekat juga, kami akan merilis bantuan kepada Palestina yang diharapkan bisa kami rilis dalam minggu-minggu ini, dan juga bantuan kepada Afganistan dan Myanmar,” pungkasnya. ***

Penulis  : Chandra
Editor    : Chandra

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top