Nasional

Kejagung Belum Bisa Jelaskan Modus Operandi Jiwasraya

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Kejagung RI belum bisa menyimpulkan cara kerja atau modus operandi kejahatan PT. Jiwasraya yang merugikan negara hingga Rp13,7 triliun tersebut, karena masih dalam proses penyidikan. Kejagung baru menahan 5 tersangka dan menceka 13 orang yang terlibat.

“Kami masih proses penyidikan. Baru menahan 5 tersangka dan mencekal 13 tersangka. Mohon tunggu dulu, nanti Kejagung pasti sampaikan modus operandinya,” tegas Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman.

Hal itu disampaikan Adi saat ditanya anggota Komisi III DPR RI Benny K. Harman terkait modus operandi saat raker (rapat kerja) dengan Komisi III DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III DPR Desmon J. Mahesa dan didampingi Wakil Ketua Adies Kadir. Hadir Jaksa Agung ST. Burhanuddin.

Proses penyidikan butuh waktu kata Adi, karena terdapat 55 ribu transaksi saham. Satu transaksi minimal 3 lembar dan maksimal ada yang 600 lembar. “Karena butuh waktu lama dalam proses penyidikannya, nanti kami sampaikan. Yang terpenting dana nasabah dikembalikan,” ungkapnya.

Kalangan Komisi III DPR skandal Jiwasraya ini merupakan kejahatan yang luar bisa dan sistematis. Untuk itu, Kejagung harus bongkar siapapun yang terlibat. “Kejagung harus jelaskan modus operandinya dan siapa saja yang terlibat,” tambah Benny.

Sementara itu, kelima orang tersebut yaitu Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat.

Dan, beberapa perusahaan yang digeledah yaitu PT Hanson Internasional Tbk, PT Trimegah Securities Tbk, PT Pool Advista Finance Tbk, PT Millenium Capital Management, PT Jasa Capital Asset Management, dan PT Corfina Capital Asset Management.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top