Industri & Perdagangan

Kecil UMKM Gunakan Daring, Milenial Jangan Takut Gagal Bangun Starup

Amin, Ak

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kalangan DPR mendorong kaum millenial berani berinovasi guna membangun bisnis-bisnis rintisan, alias starup. Tantangan ini diyakini bisa melahirkan perusahaan besar di kemudian hari. “Masa muda adalah masa yang fleksibel. Ketika gagal, masih punya cukup usia untuk kembali mencoba dan terus berusaha,” kata  Anggota DPR dari Fraksi PKS, Amin Ak saat bertemu dengan kalangan milenial di Jember, Jawa Timur dalam rangka kunjungan reses di daerah pemilihan, Selasa (10/3/2020).

Apabila hal itu tidak disiapkan, Amin Ak mengaku khawatir, nantinya penduduk Indonesia hanya akan menjadi pasar saja. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar bisnis-bisnis rintisan saat ini bisa menjadi perusahaan besar di kemudian hari. “Masa muda adalah masa yang fleksibel. Ketika gagal, kita masih punya cukup usia untuk kembali mencoba dan terus berusaha,” tambahnya

Legislator PKS ini memompas semangat generasi milenial untuk berani menjadi wirausahawan. Alasannya, kiprah kaum milenial saat ini akan menentukan wajah Indonesia ke depan, termasuk tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020, sekitar 83 juta atau 34 persen dari total penduduk Indonesia adalah milenial.

Kepala Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKS di Komisi VI DPR RI ini mengingatkan bahwa BPS juga mencatat, proporsi anak-anak muda yang menganggur paling banyak lulusan SMA dan perguruan tinggi dengan presentase masing-masing mencapai 17,4 persen dan 13,1 persen. Oleh karena itu, munculnya fenomena pengangguran terdidik di kalangan anak muda harus diantisipasi, salah satunya dengan memperbanyak wirausahawan baru. “Agar kita bisa memperoleh benefit yang maksimal dari bonus demografi, langkah yang harus kita lakukan adalah kita menjadi Wirausaha dan menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Bonus demogafi harus diisi dengan kekuatan jumlah wirausaha,” katanya.

Masih kata Amin Ak, saat ini tingkat kewirausahaan Indonesia dinilai masih sangat rendah. Berdasarkan data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Jumlah pengusaha di Indonesia baru mencapai 1,65 persen dari jumlah penduduk. Rasio tersebut jauh tertinggal dibanding dengan jumlah pengusaha yang ada di negeri jiran seperti Singapura (7%), Malaysia(5%), maupun Thailand (3%).

Sementara negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang bahkan memiliki pengusaha lebih dari 10 persen dari jumlah populasi. Idealnya jumlah pengusaha adalah 2 persen dari total populasi, tetapi untuk mencapai target pendapatan perkapita yang baik diperlukan 6,13 juta pengusaha atau sekitar 2,5 persen dari populasi. Saat ini jumlah wirausaha yang mapan sekitar 4 juta.

Oleh karena itu kaum milenial memiliki peran dan fungsi strategis dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Generasi muda saat ini memiliki karakteristik yang antusias, semangat kompetitif, serta kemampuan beradaptasi yang tinggi dengan perkembangan teknologi sehingga Indonesia siap menghadapi revolusi industri 4.0 dan bisa bersaing secara global.

Amin juga mengingatkan agar kaum milenial memperkuat kemampuan atau skill digital. Berdasarkan riset yang dilakukan IDN Research Institute, dalam laporan berjudul “Indonesia Millenial Report 2019”, aktivitas anak muda Indonesia saat ini sangat dipengaruhi dunia digital. Dari kuliner, traveling, hingga mencari kerja dilakukan secara daring.

Namun sayangnya, dari 63 juta UMKM di Indonesia, baru 3,97 juta yang menggunakan teknologi, sehingga program seperti ini ini bisa mendorong sektor tersebut lebih melek digital saat mengembangkan bisnis khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan usaha (sourcing) dan pendanaan (financing). “Kuasai keahlian digital untuk menopang bisnis. Agar bangsa kita tidak hanya menjadi pasar bagi produk-produk dari luar,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top