Nasional

Kasus Sodomi Guru Ngaji di Pangalengan Terbongkar, Kiai Maman PKB Minta Tingkatkan Pengawasan

Kasus Sodomi Guru Ngaji di Pangalengan Terbongkar, Kiai Maman PKB Minta Tingkatkan Pengawasan
Kasus Sodomi Guru Ngaji di Pangalengan Terbongkar, Kiai Maman PKB Minta Tingkatkan Pengawasan/foto anjasmara

BANDUNG, SUARAINVESTOR.COM – Polisi membekuk pelaku sodomi, SS (39) terhadap belasan anak di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Nahasnya, para korban merupakan para santri SS yang berprofesi sebagai guru ngaji.

Ulah bejat ini menambah catatan buruk kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak khususnya di Jawa Barat. Kecaman pun datang dari berbagai pihak, salah satunya yakni Anggota DPR RI, KH Maman Imanulhaq.

Politisi PKB itu tak habis pikir kejadian ini terus berulang terjadi. Apalagi beberapa waktu lalu juga ramai kasus Herry Wirawan yang telah divonis mati oleh pengadilan. Harusnya vonis mati ini bisa menjadi pelajaran bagi oknum-oknum predator seksual untuk segera menghentikan aksi cabulnya.

Kiai Maman yang juga Pengasuh Ponpes Al Mizan, Majalengka ini pun meminta aparat penegak hukum menghukum seberat-beratnya pelaku kriminal ini yang telah merusak mencoreng lembaga pendidikan serta menghancurkan masa depan para korban.

“Usut tuntas kasus ini dan hukum seberat-beratnya pelaku agar menimbulkan efek jera bagi pelaku lain,” kata Kiai Maman, Rabu (20/4/2022).

Kiai Maman pun meminta semua pihak serius dalam memerangi tindak kekerasan seksual kepada anak-anak dan perempuan, hal itu dapat dimulai dari lingkungan terkecil di rumah hingga ke tingkat desa. Kepada para orang tua santri, Kiai Maman pun berpesan untuk melakukan komunikasi yang intensif kepada anak-anaknya agar mengetahui situasi di lingkungan pendidikan anak-anaknya.

Sementara kepada lembaga-lembaga yang menaungi institusi-institusi pendidikan, tokoh asal Jawa Barat ini menekankan peningkatan pengawasan dan evaluasi yang ketat.

Terakhir, Kiai Maman pun berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi, apalagi saat ini Undang-Undang TPKS telah disahkan oleh DPR sebagai senjata utama memerangi kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak-anak.

Penulis: M Arpas

Editor: Budiono

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top