Market

Kasus Rapid Antigen Hingga Lolosnya WNA India, DPR Desak Evaluasi Kimia Farma dan AP II

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Langkah Menteri BUMN Erick Tohir merombak jajaran PT Kimia Farma dinilai sebagai yang respon cepat demi memulihkan kepercayaan rakyat terhadap BUMN tersebut. Pasalnya, akibat ulah sejumlah oknum karyawan PT Kimia Farma yang menggelar rapid test Antigen menggunakan barang bekas itu mengancam keselamatan jiwa rakyat Indonesia. “Seluruh jajaran BUMN tersebut perlu dievaluasi kinerjanya, bukan hanya sekedar perombakan Komisaris dan Direksi saja. Evaluasi seluruh internal, termasuk soal SOP,” kata Anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Parta dalam siaran persnya, Jakarta, Senin (3/5/2021).

Lebih jauh Parta meminta agar kasus ini diusut tuntas hingga terang benderang. “Jadi bukan hanya tim teknis (lab) saja yang dicokok, tetapi juga unsur pimpinan dari institusi tersebut, seharusnya diperiksa,” sambungnya.

Disisi lain, Parta mendorong perlu juga evaluasi pos-pos rapid Antigen pada semua lokasi Bandara Internasional. Ini sangat penting karena pergerakan dan lalulintas orang harus terdeteksi seakurat mungkin pada pintu-pintu masuk Bandara. “Apalagi kemarin, ada ratusan WNA India yang masuk di Bandara Soetta menggunakan pesawat Charter, mereka sempat lolos, meski pada akhirnya berhasil ditangkap dan diisolasi,” tambahnya.

Parta meminta agar PT Angkasa Pura memperketat dan melakukan pengechekan ulang terhadap pos-pos lokasi test rapid Antigen. Sehingga benar-benar sesuai SOP yang berlaku. “Kita minta jangan lengah, apalagi sampai kecolongan, seperti yang terjadi Bandara Kualanamu Internasional,” imbuhnya.

Legislator asal Pulau Dewata ini menyarankan agar AP II memiliki instrumen pengawasan yang super ketat. Karena diduga perilaku kolutif di bandara cukup tinggi. “Ini bagian dari mental SDM di bandara yang buruk. Tata kelola AP II harus dievaluasi, agar aspek transparansi bisa dikedepankan,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top