Industri & Perdagangan

Kasus Pemalsuan Merek Pendant Mulai Disidangkan

Kasus Pemalsuan Merek Pendant Mulai Disidangkan
Tim kuasa Hukum PT. MGI dalam sidang perdana kasus pemalsuan merek/Foto: Dok Pribadi

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM- Sidang perdana kasus tindak pidana pemalsuan merek atas kalung pendant milik PT Millionaire Group Indonesia (MGI) mulai sidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Perkaranya diregistrasi dengan nomor 610/Pid.B/2022/PN.Jkt.Brt, 611/Pid.B/2022/PN.Jkt.Brt dan 612/Pid.B/2022/PN.Jkt.Brt di PN Jakarta Barat.

Dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Jakarta Barat, ada tiga orang terdakwa dihadirkan dalam persidangan ini. Ketiganya didakwa memalsukan merek dagang hingga merugikan pemegang hak atas merek yang asli.

Pada sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Dede Suryaman, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yan Ervina mendakwa ketiga dengan tuduhan tanpa hak menggunakan merek MGI yang bukan miliknya. “Terdakwa dengan tanpa hak menggunakan merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan atau jasa sejenis yang diproduksi dan atau diperdagangkan,” tegas Yan Ervina, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (21/7/2022).

Atas perbuatan ini, ketiganya didakwa dengan pasal 102 UU 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Pasal itu menyebut setiap orang yang memperdagangkan barang dan/atau jasa dan/atau produk yang diketahui atau patut diduga mengetahui barang dan/atau jasa dan/atau produk tersebut merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 dan Pasal 101 dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp200 juta.

Sidang ini juga dilanjutkan dengan pemeriksaan Saksi Pelapor (PH), yakni Deny Mulyana Suhanda dan Yohan selaku Direktur Utama PT MGI dan Yulianti selaku saksi. Dalam pemeriksaan tersebut, saksi pelapor menjelaskan kronologis serta duduk perkara peristiwa hukum tindak pidana pemalsuan merek.

Menurut Deny upaya hukum ini ditempuh lantaran PT MGI sudah menderita kerugian miliaran rupiah akibat penjualan produk palsu bermerek yang juga berimbas pada omzet yang menurun.

“Hasil temuan di pasar daring dan marketplace, setiap hari pelaku bertambah marak di mana-mana memperdagangkan produk-produk palsu bermerek MCI dan ada juga pelaku yang berani mengatasnamakan produk yang mereka jual adalah merek MCI asli. Imbasnya, terjadi penurunan omzet yang tajam dari klien kami,” ujarnya.

Hal ini dibenarkan oleh Direktur PT MGI yaitu Yohan Wibisono. “Kami menderita kerugian miliaran rupiah dari aksi pelaku pemalsuan ini,” pungkasnya.***

Penulis : Eko
Editor   : Eko

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top