Industri & Perdagangan

Kasus OTT Direksi KS, Bisa Ganggu Daya Saing BUMN

JAKARTA-Masyarakat kecewa dan kesal dengan perilaku korupsi yang makin menjadi-jadi. Apalagi terjadi pada BUMN baja nasional, yakni Krakatau Steel (KS). Karena dampak korupsi tersebut berefek buruk pada citra BUMN tersebut di dunai internasional. “Tentu saya sangat prihatin, apalagi ini bukan yang pertama kali terjadi. Seharusnya jadi pelajaran bagi yang lain,” kata anggota Komisi VI DPR Sartono Hutomo kepada wartawan di Jakarta, Senin (25/3/2019).

Yang jelas, kata Sartono, perilaku korupsi membuat BUMN menjadi tidak sehat. Sehingga akan mempengaruhi kinerja perusahaan. “Praktik korupsi ini selain membawa dampak kerugian materil tentu juga menghambat tumbuhnya daya saing BUMN kita,” tambahnya.

Namun begitu, kata anggota Fraksi Partai Demokrat, DPR selalu mendorong pengelolaan BUMN yang transparan, akuntabel dan profesional. “Saya mengapresiasi OTT yang dilakukan KPK, sebagai salah satu Upaya mewujudkan tata kelola BUMN kita yang transparan dan profesional
,” jelasnya.

Lebih jauh kata Sartono lagi, DPR tentu akan memanggi BUMN baja tersebut. Namun soal waktu dan tanggalnya, perlu melalui rapat. “Tentu, tentu akan kita panggil untuk raker /RDP dengan komisi VI
DPR,” imbuhnya.

Ditempat terpisah, Dirut Krakatau Steel, Silmy Karim menegaskan tindakan korupsi yang dilakukan Direktur Teknologi PT KS, Kuncoro merupakan perbuatan pribadi. “Itu kan sifatnya individu. Kalau ditanya mengenai pendapatan, itu kembali ke individu masing-masing, bagaimana menjaga norma dan juga aturan yang sebaik-baiknya dalam rangka mewujudkan kita sebagai seorang profesional yang bisa diandalkan dalam setiap penugasan,” katanyadi Gedung Krakatau Steel, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (24/3/2019).

Silmy menyayangkan kasus yang menjerat Kuncoro. Soal pertimbangan kenapa Kuncoro masih mau menerima suap, menurutnya itu adalah sikap pribadi.
“Saya tidak bisa berkomentar terkait hal yang sifatnya pribadi. Saya pikir juga sudah banyak kasus faktor gaji tidak menjadi suatu dasar yang melanggar hukum,” kata Silmy.

Silmy mengaku kaget dengan kabar pengakapan Kuncoro. Soalnya Kuncoro dinilainya sebagai sosok yang baik. Meski begitu, Silmu mendukung KPK dalam memberantas korupsi. “Kita cukup kaget. Terus terang, jajaran direksi sangat baik dan kompak dalam membangun kembali kejayaan Krakatau Steel,” kata Silmy.

OTT KPK juga menjaring lima orang lainnya. Barang bukti berupa uang Rp 20 juta. Kuncoro ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Sabtu (23/3/2019) kemarin, setelah KPK melakukan pemeriksaan dan gelar perkara.

Dia menjadi tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Krakatau Steel. KPK menyebut Kuncoro setuju dengan tersangka lain bernama Alexander Muskita, yang diduga sebagai perantara suap, yang menawarkan pengerjaan dua proyek Krakatau Steel masing-masing bernilai Rp 24 miliar dan Rp 2,4 miliar.

Penetapan tersangka Kuncoro berdekatan dengan hari pernikahan anak Kuncoro. KPK mengizinkan Kuncoro menghadiri pernikahan anaknya. “Pimpinan sepakat untuk beri yang bersangkutan untuk hadir di akad nikahnya acara itu,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2019).

Kasus ini juga ironis, karena tanpa korupsi maka Krakatau Steel bisa menjadi perusahaan yang lebih baik. Perusahaan itu sudah berdiri sejak 1970 dan seharusnya bisa menghasilkan indsutri baja nasional yang luar biasa.

“Kami merasa sangat miris dan menyayangkan masih terjadinya suap dalam pengadaan barang dan jasa di Badan usaha Milik Negara,” kata Saut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top