Nasional

Kasus Dandim Kendari, Pakar Hukum: Layak Dicopot

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Postingan istri Dandim Kendari Irma Nasution hingga berujung pencopotan jabatan suaminya sebagai Dandim Kendari terkait peristiwa penusukan Menkopolhukam Wiranto beberapa waktu lalu dinilai sejumlah kalangan sudah tepat.

“Layak dikenakan pencopotan, dasarnya adalah di kalangan militer, ada ukuran dan aturan tersendiri, kesalahan bawahan dapat menjadi tanggungjawab atasan, selain itu pula di militer, istri harus mendukung karir suami. Tidak boleh jalan sendiri apalagi bikin statement sendiri,” kata Azmi Syahputra Pakar Hukum Pidana Universitas Bung Karno (UBK) kepada wartawan di Jakarta Senin, (14/10/2019).

Menurutnya, kegiatan dalam kemiliteran itu termasuk perilaku istri terkait pula pada sapta marga dan sumpah prajurit termasuk hukum kebiasaan di militer juga mensyaratkan bahwa prajurit dan istrinya harus patuh pada pimpinan termasuk menjaga perilaku.

“Jadi menyangkut dicopotnya jabatan Dandim Kendari agar jadi pembelajaran, seharusnya istri tentara punya level kekuatan hati yang lebih tinggi, tahu tempat dimana ia berdiri karena posisi dan fungsinya ia sebagai istri prajurit,” ujar Kaprodi Fakultas Hukum UBK itu.

Selain itu, kata dia, iklim budaya kehidupan di tentara bukan hanya ditopang oleh prestasi suami, atasan namun harus didukung keluarga.

“Karenanya sumpah sapta marga itu melekat pula pada istri (keluarga) termasuk budaya dan hukum yang tidak tertulis dalam kehidupan militer,” terangnya.

Disarankannya, untuk keseimbangan kiranya perlu disisir dan tracking statement yang bersangkutan di media sosial termasuk pergaulan sosial untuk mengetahui lebih detail tentang dirinya.

“Guna mengetahui apakah yang bersangkutan cenderung mengeluarkan statement yang afirmasinya tidak netral, dan beraroma politik praktis, atau bagaimana?” kata Azmi.

“Ini dapat jadi batu uji atau ukuran perilaku yang bersangkutan karena jika bermedsosnya afirmasinya berlebihan dalam statement, ini adalah kurang tepat bagi istri prajurit dan karenanya sikap demikian ini berdampak pada kegiatan suami,” tambahnya.

Disitulah, kata Azmi, gunanya aturan hukum untuk adanya batasan dalam bermedsos, malah kadang ada aturan saja tidak diindahkan, apalagi tanpa aturan.

“Maka kejadian ini dapat jadi pembelajaran untuk menguatkan loyalitas prajurit. Sekuat itu konsekuensi prajurit dan pasangan hidupnya yang memutuskan untuk hidup bersama menjadi prajurit militer,” tutupnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top