Property

Karyawan Hotel Terkena PHK Lebih Butuh BLT Ketimbang Kartu Pra Kerja

Ilustrasi Bantuan Langsung Tunai/Kompas.id

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Ribuan karyawan hotel dan restoran yang terpaksa dirumahkan dan kena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat terdampak Covid-19 lebih membutuhkan jaring pengaman sosial alias bantuan langsung tunai (BLT) ketimbang kartu Pra Kerja.

Alasannya, bantuan tunai dinilai lebih dibutuhkan dalam kondisi saat ini, terlebih bagi mereka yang telah memiliki tanggungan. “Kami meminta biaya training diubah jadi tunai saja. Tapi pemerintah belum setuju karena desain Kartu Prakerja adalah untuk meningkatkan kompetensi,” kata Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani dalam seminar virtual bertajuk Strategi Pengelola Industri Perhotelan Menghadapi COVID dan Krisis di Jakarta, Kamis, (16/4/2020).

Lebih jauh kata Hariyadi, kartu Prakerja tidak tepat ditujukan bagi karyawan hotel yang terkena PHK. “Bukan tidak setuju dengan Kartu Prakerja, tapi memang untuk saat ini desain tersebut tidak tepat. Yang paling tepat itu apabila diubah jadi  jaring pengaman sosial,” katanya.

Hariyadi menuturkan industri pariwisata bukannya tidak membutuhkan pelatihan dalam program Kartu Prakerja. Pasalnya, industri tersebut selalu melakukan pelatihan yang melekat terhadap karyawan mereka.

“Boleh dicek di Kementerian Ketenagakerjaan serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sektor kami ini yang paling banyak tersertifikasi terkait kompetensi,” katanya.

Artinya, lanjut Hariyadi, pelatihan memang diperlukan akan tetapi skema jaring pengaman sosial lebih dibutuhkan karyawan yang mayoritas dirumahkan atau di-PHK itu. “Sebaiknya biaya pelatihan bisa diubah seluruhnya menjadi bantuan tunai bagi karyawan hotel dan restoran yang terdampak COVID-19,” terangnya lagi.

Lebih lanjut, Hariyadi mengatakan pihaknya mencatat ada 69.978 karyawan sektor hotel dan restoran yang mengajukan aplikasi Kartu Prakerja. Mereka berasal dari 836 hotel dan restoran.

Namun jumlah tersebut diperkirakan hanya sebagian kecil dari karyawan hotel dan restoran yang terdampak pandemi COVID-19. Pasalnya, menurut dia, jumlah total pekerja industri perhotelan dan akomodasi lainnya pada 2020 paling tidak sudah mencapai 550.000 karyawan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top