Nasional

Kapolri Sebut Ketua YKUS Jadi Tersangka

JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Ketua Yayasan Keadilan untuk Semua (YKUS), Adnin Armas menjadi tersangka. Adnin disangka melanggar UU Yayasan. Hal itu terkait dugaan tindak pidana yayasan yang juga diusut dengan dugaan tindak pidana tersangka Islahuddin Akbar (IA).

“Untuk saudara Adnin dan BN kita mintai keterangan sebagai saksi. Saudara Adnin tersangka Undang-Undang Yayasan, yang juga diusut dugaan tindak pidana tersangka Islahuddin Akbar (IA),” tegas Tito dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Dimana menurut UU Yayasan, dana yang dikelola oleh suatu yayasan tidak boleh dialirkan atau digunakan oleh pengurus yayasan. Dana tersebut hanya boleh digunakan untuk kepentingan sosial yayasan tersebut. “Iya, yang kasus yayasannya. Kan ada Undang-undangnya,” kata Tito.

Islahudin Akbar (IA) lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. IA disangka turut membantu mencairkan dana kepada pengurus Yayasan Keadilan untuk Semua.

Sebelumnya Bareskrim Polri memeriksa Bendahara GNPF MUI M Luthfie Hakim dan stafnya Marlinda sebagai saksi kasus tindak pidana pencucian uang. Penyidik menanyakan aliran dana yang digunakan untuk aksi Bela Islam 411 dan 122. “Lima pertanyaan. Aliran uangnya dari mana aksi Bela Islam, melengkapi data soal orang yang nyumbang, total dana yang keluar,” tutur kuasa hukum GNPF, Kapitra Ampera.

Menurut Kapitra, dana untuk aksi Bela Islam yang diterima dari para donatur totalnya Rp 4 miliar. Sedangkan pengeluaran mencapai Rp 2 miliar. “Yang keluar sekitar Rp 2 miliar lebih-kurang,” jelasnya.

Pengeluaran uang digunakan untuk aksi Bela Islam kedua dan ketiga, termasuk bantuan bagi korban yang terluka. Ada juga bantuan yang dialokasikan untuk Aceh. “Bantuan kepada yang meninggal dan bantuan kepada Aceh setelah aksi Bela Islam ketiga,” tambahnya.

Selain Luthfie Hakim, penyidik Bareskrim memeriksa Otto selaku donatur. Penyidik menanyakan benar-tidaknya ada donasi yang diberikan Otto. “Dia ditanya betul menyumbang, uang dari mana. Uang pribadinya Rp 1 juta, uang DKM Rp 8,2 juta, iuran jemaah Masjid Al-Falah di Bogor,” kata Kapitra.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top