Nasional

Kader PKS Bisa Jadi Wapres Prabowo di 2019

JAKARTA, Ketua Majelis Syuro DPP PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) mengakui jika judicial review, gugatan RUU Pemilu ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK), maka ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) 20 %. Karena itu PKS bisa berpasangan dengan Gerindra di 2019.

“Kalau PT 20 %, setidaknya akan ada 3 pasangan Capres. Yaitu, Jokowi yang diusung oleh Golkar, NasDem, Hanura dan PPP, Prabowo yang diusung oleh Gerindra dan PKS, dan satu pasangan lagi yang diusung oleh PDIP, PKB, Demokrat, dan PAN,” tegas Wakil Ketua MPR RI itu pada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (26/7/2017).

PDIP, PKB, PAN, dan Demokrat sampai hari ini kata Hidayat, belum pernah mengatakan siapa yang akan diusung dalam Pilpres 2019 nanti.

Menurut Hidayat, gabungan Gerindra dan PKS lebih dari 20 %, sehingga bisa mengausung Capres di 2019. “Kalau Prabowo Capres, maka PKS menjadi Cawapres. Soal siapa cawapres dari PKS? Ya, bisa Irwan Prayitno (Gubernur Sumbar), Ahmad Heryawan (Gubernur Jabar), Sohibul Iman dan Anis Matta (DPP PKS),” ujarnya.

Kenapa bukan Pak Hidayat Nur Wahid saja, dia mengatakan tak boleh Capres dan Cawapres dari Jawa. “Harus ada keseimbangan antara Jawa dan luar Jawa. Pak Ahmad Heryawan bisa karena beliau dari Sunda. Jadi, tergantung dinamika politik,” tambahnya.

Dalam Pemilu 2014 silam jumlah kursi Gerindra sebanyak 73 kursi 14.760.371 (11,81%) suara, dan PKS mencapai 40 kursi dari 8.480.204 (6,79%) suara, sehingga keduanya sebanyak 113 kursi DPR RI. Kalau jumlah anggota DPR RI 560 orang, maka 20 % -nya sebanyak 112 anggota.

Sementara itu ambang batas parlemen atau parliamentary threshold yang semula sebesar 3,5% suara, pada pemilu 2019 nanti naik menjadi 4 %.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top