Infrastruktur

Jokowi: Percepat KEK Lhokseumawe

JAKARTA-Presiden Joko Widodo, Selasa, (11/7/2017) bersama dengan jajaran Kabinet Kerja membahas pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas dalam rapat terbatas yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta.

Pada rapat kali ini, mengagendakan pembahasan mengenai pembangunan di Nanggroe Aceh Darussalam. Rapat dihadiri Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Presiden Jokowi memimpin rapat kabinet yang fokus memberi perhatian kepada Provinsi Aceh.

Dalam rapat tersebut, Presiden Joko Widodo menitip pesan kepada Gubernur Aceh agar fokus dalam pengembangan sektor-sektor unggulan Aceh, utamanya dalam sektor pertanian dan industri pengolahan. Hilirisasi industri juga dianggap penting untuk memberikan nilai tambah dari pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki Aceh serta membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

“Untuk menopang sektor unggulan, pemerintah pusat akan mempercepat proyek-proyek infrastruktur di Aceh, mulai dari pembangunan beberapa bendungan, pembangunan pembangkit tenaga listrik, sampai dengan percepatan pembangunan infrastruktur untuk KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Lhokseumawe,” tegas Presiden Jokowi.

Presiden juga mengingatkan agar dalam setiap upaya pembangunan yang dilakukan di Provinsi Aceh, tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Selain itu, ia juga berharap agar pembangunan itu mampu mendorong partisipasi dan keterlibatan warga Aceh dalam memajukan daerahnya.

Selain itu, Presiden Jokowi mengingatkan agar Aceh sebagai salah satu provinsi yang diberi pengakuan dan penghormatan dari negara sebagai Daerah Istimewa serta mendapatkan otonomi khusus, harus benar-benar memanfaatkan penghargaan dari negara tersebut. Dengan keistimewaan tersebut, Presiden berharap agar Aceh dapat memajukan kesejahteraan rakyatnya.

“Saya berharap agar dengan status sebagai Daerah Istimewa dan otonomi khusus ini bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya, bukan hanya bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Aceh, tapi juga bagi kemakmuran kita bersama sebagai bangsa serta memperkokoh NKRI yang ber-Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

Untuk mewujudkan harapan tersebut memang diakui bukan hal yang mudah bila melihat sejumlah tantangan yang harus dihadapi bersama oleh pemerintah pusat dan daerah. Pertumbuhan ekonomi Aceh pada kuartal pertama tahun 2017 ini sendiri berada pada angka 2,87 persen yang masih di bawah angka pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama, yakni sebesar 5,01 persen.

“Oleh sebab itu, gubernur, wakil gubernur, dan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Aceh memiliki sebuah pekerjaan rumah yang besar bekerja keras mengelola dan memanfaatkan seluruh potensi dan keunggulan Aceh agar dapat mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi. Dengan modal kekayaan alam dan potensi yang dimiliki Aceh, saya yakin kita akan dapat membuat pembangunan antardaerah di Aceh lebih tersebar secara merata dan mampu menekan jumlah pengangguran terbuka di Provinsi Aceh, yang saat ini berada pada angka 7,39 persen,” kata Presiden Jokowi.(har/TKP)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top