Nasional

Jimly Asshiddiqie Berharap Semua Mendinginkan Suasana

JAKARTA, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie meminta semua pihak untuk menurunkan tensi politik dan demo demo sebaiknya tidak dilanjutkan, karena memang menjelang Pilkada DKI Jakarta. Bahwa semua harus sama-sama menurunkan tensi, jangan sepihak, aparat juga demikian.

“Jadi pendekatan hukum dengan keras itu harus dievaluasi. Misalnya ulama, kiai ditangkap, itu kan mengundang bahasa yang tidak bersahabat dan itu tidak efektif untuk menurunkan ketegangan,” tegas Jimly di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (20/2/2017).

Secara umum kata Jimly, tidak usah diteruskan demo-demo sesudah 212 pada Desember tahun 2016 lalu. Dimana pengerahan massa juga tidak akan berpengaruh atau mengubah pandangan masyarakat umum dalam Pilkada. “Buktinya Ahok tetap nomor 1. Tidak bisa kita menyalahkan masyarakat karena kekuatan dalam masyarakat beraneka. Dan, kita tidak bisa memaksakan pikiran kita karena masyarakat itu plural. Semua golongan harus membaca keadaan itu, ambil pelajaran,” ujarnya.

Selain itu Jimly berharap aparat tidak lagi melakukan pendekatan kekerasan soal demo-demo yang dilakukan umat. Contohnya adalah penangkapan dan pemeriksaan ulama-ulama dan kiai yang belakangan ini sedang marak.

“Maka saya mengimbau kepada aparat, jangan juga berlebihan dalam menggunakan kewenangan, dalam mendidik masyarakat jangan mendidik dengan pendekatan kekerasan. Ini harus dipertimbangkan sebab mengundang reaksi lanjutan. Padahal, saya meyakini sesudah pilkada selesai, mestinya sudah turun hawa panas, turun, kecuali DKI ada ronde kedua,” ungkapnya.

Sebagai DKPP, Jimly sendiri berjanji akan berpihak netral. “Kami sebagai DKPP menjaga KPU dan Bawaslu. Kita pecat kalau mereka berpihak,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top