Nasional

Jelang Kongres, Kandidat Ketum KOPRI PB PMII Menguat

JAKARTA, Pada tanggal 2 hingga 6 Mei 2017 mendatang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Korps PMII Putri (KOPRI) akan menggelar Kongres di Palu, Sulawesi Tengah. Kandidat ketua umum organisasi otonom Nahdlatul Ulama itu terus menguat.

Menyadari KOPRI belum terlihat dedikasinya untuk bangsa dan negara, maka Herlina Nasution aktivis asal Medan, Sumatera Utara ini berjanji akan memperjuangkan lahirnya kebijakan yang berperspektif gender berlandaskan nilai-nilai keadilan dan penghargaan. Mangawal segala bentuk diskriminasi perempuan melalui kebijakan publik, seperti UU dan peraturan daerah (Perda).

“KOPRI harus mengawal kepemimpinan gerakan perempuan di berbagai sektor, melalui peningkatan pembangunan kader, pendidikan teknik advokasi, jurnalistik perempuan PMII dan lain-lain. Sehingga KOPRI akan menjadi pusat gerakan perempuan bagi mahasiswa Indonesia,” demikian Herlina dalam keterangannya, Minggu (29/1/2017).

Selain itu membangun kekuatan jaringan lintas organisasi kepemudaan (OKP), organisasi perempuan dan Ormas, serta mengawal proses penyadaran berkeadilan gender di kalangan mahasiswa dan masyarakat.

Untuk pengembangan internal organisasi dengan melakukan penguatan kelembagaan KOPRI, maka PB KOPRI harus mampu mendata KOPRI-KOPRI di tingkatan PKC, maupun PC serta pemetaan potensi tiap kelembagaan KOPRI setiap tingkatan. Hal itu agar KOPRI mengetahui bagaimana kekuatan KOPRI yang sesungguhnya di seluruh nusantara. Serta pembenahan administrasi dan manajemen organisasi, penguatan intelektual.

Untuk proses kaderisasi, KOPRI harus merancang strategi gerakan KOPRI dengan menginternalisasi Aswaja sebagai ‘Manhajul harokah KOPRI’, pemetaan Jejaring dan penguatannya dalam rangka kerja sama gerakan, penguatan dokumentasi, publikasi, dan media.

KOPRI sebagai Badan Otonom dari PMII memiliki fokus gerakan di wilayah kesetaraan dan keadilan gender dan perlindungan anak. KOPRI yang beranggotakan mahasiswa perempuan sarat dengan tujuan intelektual, pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, namun isu-isu tersebut justru banyak dilakukan oleh organisasi perempuan lain.

Namun, KOPRI masih belum terlihat melakukan aksi nyata sebagai bagian dari gerakan perempuan tersebut. Karena itu misi dan visi KOPRI ke depan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari gerakan mahasiswa, gerakan pemuda, gerakan perempuan yang mengawal isu-isu kebangsaan dan kemasyarakatan, khusunya isu perempuan dan anak.

Selain itu belum memiliki bargainng position aktif dalam gerakan-gerakan isu perempuan dan anak tersebut. “Jadi, saya ingin membumikan KOPRI sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari gerakan perempuan dan anak, menjadikan KOPRI sebagai barometer gerakan perempuan di lingkungan mahasiswa secara nasional,” kata Herlina.

Sementara itu langkah intelektual yang akan dilakukan antara lain dalam pendidikan, kaderisasi kepemimpinan dan politik, kesaadaran ekonomi dan pembangunan, kebudayaan dengan terus mendorong penguatan kesetaraan gender yang bukan atas dasar perbedaan biologis atau kodrat, melainkan berdasarkan sistem sosial, mulai dari idiologi politik, ekonomi sosial dan budayanya,” pungkasnya.

Herlina Nasution lahir pada 12 Juli 1989 di Rantauprapat, Labuhan Batu, Sumetera Utara. Besar di lingkungan religius. Alumni Filsafat Politik Islam di IAIN Sumatera Utara (S1), dan kini sedang menempuh Magister Manajemen (MM) di Universitas Pancasila, Jakarta.

Semasa kualiah aktif sebagai MAPASTA (Mahasiswa Pencinta Alam Semesta) IAIN Sumatera Utara, Sekretaris Panitia dalam Pesta Demokrasi PEMIRA (Pemilihan Raya) atas Pemilihan Presiden Mahasiswa Tahun 2011-2012, dan lain-lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top