Pertanian

Jatim Kembangkan Industri Primer Pertanian

SURABAYA-Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku fokus mengembangkan industri primer sebagai bentuk langkah produktif sekaligus upaya peningkatan hasil pertanian dan nilai tambah terhadap produknya.
“Kami sedang mendorong pengembangan industri primer di sektor pertanian,” ujar Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim, kepada wartawan di Surabaya, Rabu.

Menurut dia, pengembangan industri primer menjadi fokus, terutama pada proses industri pertanian baik secara agroindustri dan agrobisnis di tengah terbatasnya lahan.

Setiap tahun, kata dia, terdapat 180 hektare lahan berkurang dengan jumlah produksi meningkat, yang berarti teknologi pertanian dilakukan di daerah berjalan dengan positif, baik untuk “on farm” maupun “off farm”.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu menegaskan, di Jatim sudah tidak ada lagi gabah kering panen dijual oleh petani, melainkan pada posisi minimal gabah kering giling.

Bahkan, lanjut dia, sudah ada petani melakukannya secara mandiri yang dimulai dari proses primer hingga tersier, proses bahan baku, industri hingga pemasaran.

“Terpenting sekarang adalah memfokuskan proses industri pascapanen sehingga menghasilkan nilai tambah bagi petani,” ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Sementara itu, gubernur dua periode tersebut menjelaskan Jatim telah memberikan sumbangan bagi pemenuhan kebutuhan nasional padi sebesar 17,2 persen yang dalam hal ini pihaknya berupaya mencapai produksi padi hingga 13,1 juta ton.

Pencapaian produksi tersebut setara dengan 8,5 juta ton beras sehingga terdapat surplus sebanyak 4,97 juta ton beras, termasuk mampu memenuhi kebutuhan beras untuk 16 provinsi.

“Oleh karena itu, keamanan terhadap tata niaga beras tidak hanya dilakukan oleh Bulog, tetapi juga harus dilakukan oleh semua pihak,” kata Pakde Karwo. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top