Industri & Perdagangan

Jaga Dunia Usaha, IPC Beri Relaksasi Layanan Peti Kemas

IPC/Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC memberi insentif kepada pengusaha, alias pengguna jasa terutama pemilik atau pengelola peti kemas selama masa pandemi Covid-19. Adapun insentif tersebut dalam bentuk keringanan terbatas (diskon) terhadap biaya layanan peti kemas. “Ini juga merupakan partisipasi IPC dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk melakukan relaksasi demi keberlangsungan dunia usaha,” kata
Direktur Utama IPC Arif Suhartono katanya dalam siaran persnya, Rabu (24/6/2020).

Kebijakan ini, kata Arif, sebenarnya sudah mulai dilaksanakan sejak Mei lalu oleh anak usaha yang mengelola
terminal peti kemas. Langkah relaksasi ini merupakan tindak lajut dari permintaan dunia usaha yang mengharapkan keringanan biaya jasa kepelabuhanan selama masa pandemi. “Relaksasi ini berlaku selama dua bulan, yakni hingga 19 Juli 2020,” ujarnya.

Sebagai contoh implementasi dari kebijakan tersebut, General Manager
Terminal Peti Kemas Koja, Hudadi Soerja Djanegara, mengatakan pihaknya sudah memberlakukan pengurangan tarif di Terminal Peti Kemas
Koja untuk sementara waktu, di masa pandemi.

Relaksasi ini berupa diskon terhadap layanan peti kemas kosong.
“Diskon bisa diberikan melalui perjanjian B to B antara TPK Koja sebagai pengelola terminal dan pemilik atau pengelola peti kemas, dalam hal ini perusahaan pelayaran,” katanya.

Keringanan terbatas juga diberlakukan untuk layanan storage atau penyimpanan peti kemas kosong. Selain itu, TPK Koja memberikan perpanjangan waktu pembayaran atas layanan bongkar muat.

“Saat situasi normal, pengguna jasa wajib melakukan pembayaran maksimal delapan hari kerja sejak tagihan (invoice) diterima. Dengan adanya pandemi Covid-19, kami memberikan kelonggaran, di mana pembayaran bisa dilakukan hingga 14 hari kerja, terhitung sejak tagihan mereka terima,” ucapnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top