Nasional

Israk Mikraj, Ketua DPR Berharap Bisa Teladani Rasulullah SAW

JAKARTA – Peristiwa Israk dan Mikraj Nabi Muhammad SAW mengingatkan kita pada perjalanan ritual beliau yang terjadi sekitar tahun ke-10 kenabiannya. Perjalanan ini tentu sangat spesial dan luar biasa, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu ke langit ke 7 (sidratul muntaha).

“Dalam rangkaian itulah, kita penting mengenang dan memperingatinya sebagai perjalanan suci Nabi Muhammad SAW. Mengenangnya sebagai momentum penting kenabian dan hikmah keagamaan. Di tahun-tahun yang penuh ujian dan cobaan, Nabi Muhammad SAW diberi kesempatan untuk bertemu Allah SWT, Tuha Yang Maha Esa,” demikian keterangan Ketua DPR RI Setya Novanto dalam memperingati Israk Mikraj yang jatuh pada Senin (24/4/2017) ini.

Dengan demikian kata Ketua Umum Golkar itu, maka kita bisa mengambil pelajaran dan tauladan, bahwa seberat apapaun ujian dan cobaan yang kita terima, hanya kepada Allah SWT, dan hanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa lah kita menyerahkan semua harapan. “Serumit dan sekompleks apapun masalah, persoalan serta cobaan dalam hidup ini, harus kita hadapi dengan usaha semaksimal mungkin, dan tak lupa kita serahkan, bertawakkal kepada Allah SWT bagaimana hasilnya,” ujarnya berharap.

Karena itu kata Novanto, peristiwa Israk dan Mikraj menunjukkan bahwa segala aktivitas keduniaan kita selalu mengarah pada sebentuk pengabdian kepada Yang Maha Kuasa. Segala daya dan upaya kita tidak akan berarti apa apa tanpa pertolongan dan petunjuk-Nya.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, perjuangan yang sedang kita tempuh demi membangun bangsa dan negara ini, hanya kepada Allah SWT lah kita berserah diri. “Saat ini, bangsa Indonesia bekerja dan berjuang dalam rangka mewujudkan program-program dan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada rakyat banyak. Melalui desain Nawacita, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat,” tambahnya.

Menurut Novanto pihaknya sangat menyadari, jika dibutuhkan perjuangan, kerja keras dan pengorbanan untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Setelah itu, kita serahkan segala usaha dan ikhtiar kita kepada Allah SWT, kepada Tuhan Yang Maha Esa Sang Penerima Doa dan Harapan. Sebab, apapun yang kita cita-citakan tanpa bersandar kepada-Nya tidak akan memiliki nilai ibadah.

Sebagai sesama muslim menurut Novanto, pihaknya mengajak kita semua untuk memetik hikmah yang luar biasa dari peringatan Israk dan Mikraj hari. “Peringatan ini kita jadikan sebagai semangat bahwa segala pengorbanan bagi kepentingan bangsa dan negara akan senantiasa bernilai ibadah jika pada akhirnya kita serahkan kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Dengan demikian, dia mengucapkan selamat memperingati dan memetik hikmah dari Israk dan Mikraj. “Selamat Israk Mikraj, semoga kita senantiasa berada dalam pertolongan dan petunjuk Allah SWT,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top