Nasional

Irman Gusman Dituntut 7 Tahun Penjara

JAKARTA-Mantan Ketua DPD Irman Gusman akhirnya dituntut 7 tahun penjara oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anggota DPD RI dari Sumatera Barat itu diyakini telah menerima suap dari pasutri Sutanto-Memi sebesar Rp 100 juta terkait dengan kuota impor gula.

“Tapi, apa pun keadaannya, semuanya sudah terjadi. Dan, majelis hakim Yang Mulia, dari lubuk hati yang paling dalam, saya sangat menyesali kejadian itu, ketidakhati-hatian saya, sehingga saat ini saya harus mengalami kenyataan paling pahit dan berat sepanjang hidup saya, yaitu menjadi terdakwa dan dituntut dalam persidangan ini,” kata Irman saat membacakan pledoi, pembelaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Karena itu Irman menolak kalau dinilai telah berniat menerima suap tersebut. “Saya tidak tahu kalau bungkusan yang diberikan Sutanto-Memi itu adalah uang. Saya sesungguhnya baru mengetahui isinya setelah petugas KPK masuk ke rumah saya ketika saya hendak beristirahat di kamar tidur,” ujarnya kecewa.

Selain itu Irman membantah memperdagangkan pengaruh dirinya yang menjabat sebagai Ketua DPD RI. Sebab, selaku pimpinan DPD, dirinya tidak memiliki kewenangan yang lebih besar dibanding semua anggota DPD RI. “Peran pimpinan DPD hanyalah sebagai juru bicara DPD, sebagai primus interpares, yang hanya ditinggikan seranting dan didahulukan selangkah,” tambahnya.

Dengan demikian kata Irman, tidak ada niat untuk menyalahgunakan kewenangan (yang sesungguhnya tidak ada), memanfaatkan pengaruh, atau melalaikan kewajibannya sebagai anggota maupun pimpinan DPD RI, dalam kasus tersebut.

“Juga tidak ada niat jahat saya untuk merugikan negara, masyarakat, dan bangsa. Justru yang saya lakukan adalah berusaha untuk mengurangi beban masyarakat, menstabilkan harga gula sebagaimana juga telah terungkap dari fakta persidangan ini,” pungkas Irman dalam sidang yang dipimpin Nawawi Pamolango itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top