Headline

Investor Antisipasi FED, IHSG anjlok 15,81 poin

JAKARTA-Bursa Efek Indonesia (BEI) belum menunjukkan giginya transaksi pada pagi hari. Awal perdagangan Selasa pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 15,81 poin (0,30%). Kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 juga bergerak turun 4,36 poin (0,42 persen) menjadi 902,51. “Para investor mengantisipasi keputusan bank sentral Amerika Serikat untuk menaikkan suku bunga acuan,” kata Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere, Selasa (13/9/2016).

Menurut Nico Omer Jonckheere, minimnya sentimen dari dalam negeri dan ketidakpastian mengenai kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat menjadi salah satu faktor penahan laju IHSG.
“Belum adanya katalis positif membuat IHSG melemah,” tegasnya.

Pelaku pasar global terus mencermati perkembangan kebijakan otoritas moneter Amerika Serikat mengenai kenaikan suku bunga acuannya. Padahal beberapa kalangan berharap ada kenaikan suku bunga walaupun indikator ekonomi akhir-akhir ini mengecewakan.
Namun pejabat lain juga menegaskan untuk berhati-hati menaikan suku bunga.

Sementara itu Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menegaskan sentimen yang masih cenderung negatif, sepertinya pemodal asing masih cenderung berada dalam posisi jual. “Di tengah kondisi saat ini, akumulasi dengan strategi buy on weakness tetap kami sarankan,” ucapnya

IHSG hari ini, kata Satrio, diprediksi masih akan terkoreksi dengan pergerakan indeks di kisaran 5.180 sampai 5.325 poin. Hanya penutupan di atas level 5.325 poin yang bisa mengakhiri tren turun jangka pendek yang sedang berlangsung pada IHSG.

Sementara di bursa regional, indeks Bursa Hang Seng menguat 312,74 poin (1,34 persen) ke level 23.603,34; indeks Nikkei naik 29,00 poin (0,17 persen) ke level 16.701,92; dan Straits Times melemah 31,67 poin (1,08 persen) posisi 2.842,37.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top